Siak, Catatanriau.com — Dunia pendidikan di Kabupaten Siak kembali diselimuti duka. Seorang pelajar kelas IX di SMP Sains Tahfidz Islamic Center Siak Sri Indrapura dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan praktikum di lingkungan sekolah, Rabu pagi (8/4/2026).
Kabar tragis ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan, saat dikonfirmasi oleh awak media. Ia menyampaikan bahwa insiden terjadi ketika korban tengah menjalani kegiatan praktikum bersama siswa lainnya.
“Benar, ada insiden saat praktikum di sekolah. Satu orang siswa dikabarkan meninggal dunia,” ujar Romy, dilansir Riauexpose.com.
Menurutnya, peristiwa tersebut kini telah ditangani oleh pihak kepolisian. Personel dari Polres Siak disebut telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut.
“Peristiwa ini sudah ditangani Polres Siak. Polisi sudah turun ke TKP,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsayam Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Dr. Raja Kosmos belum memberikan keterangan rinci terkait kronologi kejadian. Saat dikonfirmasi wartawan, ia hanya menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Kami masih di TKP, nanti keterangan lengkap saya infokan, sabar dulu ya,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Polisi juga belum menyampaikan apakah terdapat unsur kelalaian atau faktor lain dalam insiden tersebut.
Sebagai informasi, SMP Sains Tahfidz Islamic Center Siak merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Siak yang berada di bawah naungan Islamic Center Siak. Sekolah ini dikenal dengan sistem pendidikan terpadu berbasis sains dan tahfidz Al-Qur’an, serta memiliki fasilitas modern dengan jenjang pendidikan lengkap mulai dari TK hingga SMA.
Peristiwa ini sontak mengejutkan masyarakat, khususnya kalangan dunia pendidikan di Siak. Berbagai pihak berharap agar penyebab kejadian segera terungkap secara transparan, sehingga dapat menjadi evaluasi dan mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.***
