Siak, Catatanriau.com — Seorang pekerja di PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Perawang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami kecelakaan kerja di area Roll Handling (RH), Kamis (2/4/2026) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, insiden terjadi di area operasional perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Tualang, Provinsi Riau. Korban diduga tertimpa gulungan kertas di lokasi Auto Crane saat sedang melakukan pembersihan (cleaning) area sekitar pukul 05.30 WIB.
Setelah kejadian, korban sempat dilarikan ke Klinik IKPP untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahas, setibanya di klinik, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Di tengah beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa kasus tersebut ditutup-tutupi oleh pihak manajemen, Corporate Communications IKPP Perawang, Armadi, membantah tegas isu tersebut.
Saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (3/4/2026), Armadi menyampaikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut.
“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Terkait dengan insiden kecelakaan kerja yang terjadi di area operasional, dapat kami sampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 2 April 2026 sekitar pukul 05.56 WIB di area RH3 Auto Warehouse, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk – Perawang Mills. Insiden melibatkan salah satu karyawan, atas nama Syafrianto (48 tahun), yang bertugas sebagai operator di area tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan kronologi awal, korban telah melaksanakan aktivitas kerja sesuai prosedur, termasuk memimpin briefing keselamatan sebelum memulai pekerjaan.
“Insiden terjadi saat terdapat gangguan operasional pada crane (error code 97), dan pada saat pengecekan di lapangan, korban ditemukan dalam kondisi terhimpit material roll. Tim operasional segera melakukan evakuasi bersama tim safety dan fasilitas pendukung lainnya, serta korban langsung dibawa ke klinik perusahaan,” lanjutnya.
Armadi menambahkan, pihak perusahaan menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut dan memastikan akan memenuhi seluruh hak korban sesuai ketentuan yang berlaku.
“Perusahaan sangat berduka atas kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini, perusahaan telah melakukan koordinasi dengan pihak berwenang terkait untuk mendukung proses penanganan dan investigasi lebih lanjut. Selain itu, perusahaan juga memastikan seluruh hak dan dukungan kepada keluarga korban akan dipenuhi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja yang ketat. Saat ini, evaluasi menyeluruh tengah dilakukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Operasional perusahaan secara umum tetap berjalan normal, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja yang ketat. Evaluasi menyeluruh sedang dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperkuat implementasi aspek Health, Safety, and Environment (HSE),” tutup Armadi.***
