Pemain Mini Soccer Pangkalan Kerinci Meninggal Saat Pemanasan

Pemain Mini Soccer Pangkalan Kerinci Meninggal Saat Pemanasan
Seorang pemain Mini Soccer, Yusni Nanda (34), FC Kerinci City, Meninggal Saat Pemanasan, Sabtu 28 Februari 2026 malam

PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM,:– Warga Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, dibuat geger setelah lapangan mini soccer di Jalan Lintas Timur kembali merenggut nyawa seorang pemain, Sabtu malam (28/2/2026) sekitar pukul 21.20 WIB. Seorang pemain FC Kerinci City, Yusni Nanda (34), meninggal dunia saat melakukan pemanasan sebelum pertandingan berlangsung.

Almarhum diketahui tergabung dalam tim Kerinci City B yang dijadwalkan bertanding melawan Pratama Jaya pada semifinal turnamen Zukri Ramadhan Cup 1 Tahun 2026. Ia bahkan satu tim dengan Bupati Pelalawan, Zukri, yang juga direncanakan turun bermain malam itu.

Menurut keterangan saksi di lokasi, korban sempat melakukan stretching bersama rekan-rekannya. Namun tiba-tiba ia berjalan ke pinggir lapangan, duduk, lalu tumbang tak sadarkan diri. Rekan satu tim langsung memberikan pertolongan, tetapi korban tidak merespons dan tubuhnya disebut sudah kaku.

Korban segera dilarikan menggunakan ambulans yang siaga di lokasi. Namun disayangkan, tidak ada petugas medis yang mendampingi di tempat kejadian. Dari sana, korban dibawa ke Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci sebelum akhirnya dirujuk ke RS Amelia Medika karena keterbatasan peralatan.

Meski telah mendapatkan penanganan, nyawa korban tidak tertolong. Dokter menyatakan Yusni Nanda telah meninggal dunia sebelum sempat memperoleh perawatan lanjutan. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Pemda Gang Beringin, Pangkalan Kerinci, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan pada Ahad (1/3/2026).

Insiden ini menambah duka, mengingat pada Januari 2025 lalu seorang ASN Pelalawan, Hanapiah ST, juga meninggal dunia saat bermain di lapangan yang sama. Turnamen semifinal yang mempertemukan Kerinci City B vs Pratama Jaya serta Moringa vs PUPR pun resmi ditunda, dan lampu utama stadion langsung dipadamkan sebagai bentuk penghormatan.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasi Humas AKP Thomas Bernandes Siahaan S.Sos membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga mengalami serangan jantung saat pemanasan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum berolahraga, terutama dalam aktivitas dengan intensitas tinggi. ***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index