PEKANBARU,CATATANRIAU.COM,: – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai Opening Ceremony Konferensi XIX Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pekanbaru yang digelar bersempena dengan Dies Natalis ke-79 HMI, Kamis (12/02/2026). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi yang berdiri sejak 5 Februari 1947, sekaligus penegasan komitmen kader dalam merawat nilai perjuangan di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
Mengusung tema “Dari Harmoni Reformasi Menuju Kepemimpinan Transformatif: Ikhtiar Mewujudkan HMI Pekanbaru yang Rahmatan lil ‘Alamin”, forum ini bukan sekadar ruang permusyawaratan, tetapi juga panggung konsolidasi gagasan dan arah gerak organisasi ke depan.
Semangat transformasi digaungkan sebagai jawaban atas tantangan kepemimpinan generasi muda di era modern.
Dalam momen istimewa tersebut, HMI Cabang Pekanbaru secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Anggota Kehormatan kepada Agung Nugroho. SK yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Givo Vrabora, S.Kom, diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI, Fadlil Aulia Rahman Raja Gukguk, di hadapan kader, alumni, dan tamu undangan yang memenuhi ruang kegiatan.
Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Givo Vrabora, menegaskan bahwa penganugerahan tersebut bukan sekadar simbolik. Ia menyebut keputusan itu dilandasi kontribusi dan komitmen nyata Wali Kota Pekanbaru dalam mendukung proses perkaderan serta menjaga ruh perjuangan HMI di Kota Bertuah.
“Pengangkatan ini adalah bentuk penghormatan atas dedikasi Agung Nugroho yang konsisten membersamai proses perkaderan dan turut menjaga semangat perjuangan HMI. Kami meyakini sinergi antara pemerintah dan mahasiswa adalah fondasi penting bagi lahirnya kepemimpinan transformatif,” ujarnya penuh optimisme.
Sekretaris Jenderal PB HMI, Fadlil Aulia Rahman Raja Gukguk, menekankan bahwa di usia ke-79 tahun, HMI harus tetap menjadi lokomotif perubahan dan kawah candradimuka kepemimpinan umat dan bangsa. Menurutnya, kaderisasi adalah jantung organisasi, dan dukungan berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, menjadi bagian dari ekosistem perjuangan yang sehat.
“HMI harus terus relevan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaannya.
Momentum konferensi ini harus melahirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan umat secara nyata,” tegasnya di hadapan peserta konferensi.
Sementara itu, Agung Nugroho menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan. Ia menyebut HMI sebagai organisasi kader dengan rekam jejak historis dalam melahirkan pemimpin di berbagai sektor. Pemerintah Kota Pekanbaru, katanya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam membangun kota yang maju dan berdaya saing.
Melalui semangat rahmatan lil ‘alamin dan refleksi Dies Natalis ke-79, Konferensi XIX ini diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang adaptif, progresif, dan konsisten menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa.****
