Karhutla Mengganas di Kuala Kampar

Karhutla Mengganas di Kuala Kampar
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, SPi., MSi menyampaikan Karhutla Mengganas di Kuala Kampar (13/02/2026)

PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM,:– Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menunjukkan wajah ekstremnya di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ratusan hektare lahan dilaporkan terbakar di sejumlah titik di Kecamatan Kuala Kampar. Api melalap kawasan semak belukar di atas tanah gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan, memicu kewaspadaan tinggi aparat dan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, SPi., MSi menyampaikan bahwa hingga Jumat (13/02/2026), tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan di wilayah terdampak. Operasi difokuskan pada beberapa titik di Desa Sungai Upih, khususnya di Paret Sepakat, Paret 2, Paret 3, dan Sungai Sekiat.

Berdasarkan laporan lapangan, pada Kamis (12/2/2026) sejak pukul 08.30 WIB, tim berjibaku memadamkan api di Paret Sepakat dengan kondisi kepala api sudah dinyatakan aman. Sementara itu, di Paret 2 dan Sungai Sekiat masih dilakukan proses pendinginan guna mencegah api muncul kembali. Titik koordinat api terpantau di antaranya pada 0°37'36"N 103°12'32"E dan 0°37'10"N 103°11'53"E.

Lahan yang terbakar didominasi vegetasi semak belukar dengan kondisi tanah gambut. Hingga kini, luas lahan terdampak masih dalam pendataan karena proses pemadaman belum sepenuhnya selesai. Karakter gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan membuat api berpotensi muncul kembali meski secara kasat mata telah padam.

Lokasi kebakaran berjarak sekitar 40 kilometer dari Posko BPBD dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 30 menit. Akses yang cukup jauh dan medan yang menantang menjadi kendala tersendiri bagi tim di lapangan, terlebih sumber air hanya mengandalkan kanal dengan jarak sekitar 50 meter dari titik api.

Operasi penanganan melibatkan kekuatan personel gabungan, terdiri dari 14 anggota BPBD Kabupaten Pelalawan, 12 personel BPBD Provinsi Riau, 15 anggota Polres Pelalawan, 5 personel Polsek Kuala Kampar, 10 anggota Manggala Agni, 5 perangkat desa, serta 15 warga masyarakat. Sinergi lintas unsur ini menjadi kunci dalam mempercepat pengendalian api.

Peralatan yang digunakan antara lain satu unit mesin Honda GX 90, delapan unit mini strike, 200 roll selang, 12 nozzel, serta satu Y connection. Dukungan kendaraan operasional terdiri dari lima unit roda dua dan satu unit roda tiga. Namun, keterbatasan sarana seperti tidak tersedianya helikopter water bombing menjadi tantangan tambahan di tengah cuaca panas dan angin kencang.

Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Onel SH MH menyebutkan bahwa api utama telah berhasil dipadamkan pada malam hari, namun titik panas masih terpantau. “Kami terus melaksanakan pendinginan di titik-titik panas untuk memastikan tidak ada api yang menyala kembali,” tegasnya. Upaya pemadaman dan pendinginan akan terus dilanjutkan hingga situasi benar-benar aman dan terkendali.****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index