Rohul, Catatanriau.com — Turnamen Sepak Bola Kapolres Cup Tahun 2025–2026 resmi ditutup oleh Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra yang didampingi Bupati Rokan Hulu yang diwakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Rokan Hulu, Alreza Ahyu, SE, M.Si, Ak. Penutupan berlangsung di Lapangan Haiti Karya, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Kamis (29/1/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Kegiatan penutupan ini dihadiri Camat Rambah, Ketua DPC APDESI yang diwakili Sekretaris, para kepala desa tetangga, Kapolsek Rambah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kedua klub finalis, serta ribuan penonton yang memadati area lapangan.
Penutupan turnamen yang telah berlangsung kurang lebih dua bulan tersebut ditandai dengan pelepasan balon dan letusan kembang api sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan Kapolres Cup 2025–2026 yang berjalan aman dan lancar.
Ketua Panitia Pelaksana, Dion Nasution, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Rokan Hulu yang telah berperan aktif dalam pengamanan selama turnamen berlangsung. Terima kasih juga kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sukses." ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra mengapresiasi seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang turut menyukseskan open turnamen tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi.
"Open turnamen Kapolres Cup ini bukan hanya ajang pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan silaturahmi, kebersamaan, dan sportivitas antar pemain serta masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kadisdikpora Rokan Hulu, Alreza Ahyu, menyampaikan harapannya agar turnamen ini dapat terus berlanjut.
"Open turnamen Kapolres Cup ini sangat positif dan diharapkan bisa terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sebagai wadah pembinaan dan pengembangan olahraga, khususnya sepak bola di Rokan Hulu." tuturnya.
Ia juga berpesan kepada para pemain yang bertanding agar menjunjung tinggi nilai sportivitas.
"Dalam setiap pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Bagi yang menang jangan berbesar hati, dan yang kalah jangan berkecil hati. Jadikan semua ini sebagai motivasi untuk lebih giat berlatih ke depannya," pesannya.
Diketahui, laga grand final mempertemukan Pedex Mania FC dari Desa Rambah Tengah Barat melawan Liberti FC dari Desa Menaming. Pertandingan berlangsung sengit hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 0–0. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam babak adu penalti tersebut, Pedex Mania FC berhasil keluar sebagai juara dengan skor 6–5. Atas kemenangan tersebut, Pedex Mania FC meraih juara pertama dan menerima uang pembinaan sebesar Rp30.000.000 ditambah piala yang diserahkan langsung oleh Kapolres Rokan Hulu kepada manajer tim, Alwi dan Armen Nasution.
Sementara itu, juara kedua Liberti FC menerima uang pembinaan sebesar Rp20.000.000 ditambah piala yang diserahkan oleh Plt. Kadisdikpora Rokan Hulu dan diterima langsung oleh manajer Liberti FC.***
