Siak, Catatanriau.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak melaporkan terjadinya dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Kandis dan Kecamatan Koto Gasib, Selasa (27/01/2026). Berkat respons cepat petugas gabungan, api berhasil dipadamkan dan saat ini dilakukan pendinginan serta pengamanan untuk mencegah kebakaran meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, S.STP., M.Si, menyampaikan bahwa hingga pukul 19.45 WIB, tidak terdapat kejadian bencana hidrometeorologi maupun peringatan dini cuaca dari BMKG. Namun, karhutla masih menjadi ancaman serius di beberapa wilayah.
Karhutla di Kecamatan Kandis

Kebakaran pertama terjadi di Kampung Libo Jaya RT 01/RW 09, Kecamatan Kandis, sekitar pukul 15.00 WIB. Lahan yang terbakar berupa tanah mineral dan lahan kosong semak dengan luas sekitar 0,25 hektare.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.30 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari Damkar BPBD Kandis, TNI, Polri, Damkar PHR, dan Damkar Ivomas. Sejumlah sarana dan prasarana dikerahkan, termasuk mobil water supply berkapasitas 5.000 liter serta mesin pompa air.
“Alhamdulillah, api di Kecamatan Kandis sudah padam total dan tidak menimbulkan kendala berarti di lapangan,” ujar Novendra.
Penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan oleh Polsek Kandis.
Karhutla di Kecamatan Koto Gasib

Kejadian kedua terjadi di Kampung Buatan I, Kecamatan Koto Gasib, pada pukul 14.00 WIB. Lahan yang terbakar merupakan tanah gambut bekas tanaman akasia dengan luas mencapai sekitar 4,8 hektare, milik PT. WSSI.
Pemadaman melibatkan personel BPBD Gasib, Polri, PT. WSSI, serta PT. RAPP. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 19.00 WIB. Tantangan utama di lokasi ini adalah kondisi gambut yang cukup kering serta akses yang sulit dijangkau.
“Api sudah berhasil dikendalikan, namun saat ini masih dilakukan pendinginan secara intensif. Selain itu, telah dibuat embung dan kanal blocking di sekitar lokasi untuk memutus dan mencegah perambatan api,” jelas Novendra.
BPBD Kabupaten Siak mengimbau seluruh masyarakat dan perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam kondisi lahan yang mulai mengering. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami terus siaga dan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah karhutla. Pencegahan jauh lebih penting agar tidak terjadi kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat,” tegas Novendra.
BPBD Kabupaten Siak memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi kebakaran lanjutan di wilayah rawan.***
