Warga Geger Temuan Mayat Mengapung di Laut Lubukgaung, Identitas Korban Terungkap Setelah Penyelidikan Polisi

Warga Geger Temuan Mayat Mengapung di Laut Lubukgaung, Identitas Korban Terungkap Setelah Penyelidikan Polisi

Dumai, Catatanriau.com – Warga pesisir Kelurahan Lubukgaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, digegerkan oleh penemuan sesosok jasad pria yang mengapung di perairan Laut Sungai Sembilan, Sabtu dinihari (17/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Penemuan mendadak itu sempat memicu kepanikan, terlebih jasad terlihat terombang-ambing di permukaan laut dalam kondisi gelap dan sepi.

Informasi awal mengenai temuan tersebut pertama kali beredar melalui sebuah video yang dikirimkan warga ke grup WhatsApp. Dalam rekaman itu, tampak tubuh seorang pria mengapung mengikuti arus laut. Menyadari situasi berbahaya dan mencurigakan, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Petugas dari Satuan Polisi Perairan (Polair) bersama tim medis Puskesmas Sungai Sembilan langsung bergerak ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB dengan menggunakan kapal motor (pompong) milik nelayan setempat. Jasad korban kemudian dibawa ke Jeti PT Sari Dumai Sejati (SDS) sebelum dievakuasi ke RSUD Kota Dumai untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada tahap awal, identitas korban belum diketahui. Tidak ditemukan dokumen pengenal di tubuh korban, sehingga polisi Dumai kesulitan mengungkap siapa pria tersebut dan dari mana asalnya.

Hasil Pemeriksaan Awal

Ahli forensik RSUD Dumai, dr. Akbar Sp.F.M., menyampaikan hasil pemeriksaan awal terhadap jasad tersebut. Korban diketahui merupakan pria dengan perkiraan usia di atas 24 tahun, mengenakan kaos hitam dan celana panjang.

“Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Perkiraan waktu kematian lebih dari 24 jam,” ujar dr. Akbar.

Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat kecelakaan di laut, namun penyebab pasti masih menunggu pendalaman lebih lanjut.

Setelah dilakukan penelusuran dan koordinasi lintas wilayah, polisi akhirnya menemukan titik terang. Jasad tersebut diduga kuat merupakan Muhammad Haidir Ali, seorang nelayan asal Desa Pergam, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak dua hari lalu.

Kapolsek Sungai Sembilan, Iptu Apriadi, SH, MH, menjelaskan bahwa laporan kehilangan korban tidak masuk di wilayah hukum Kota Dumai, sehingga pada awal penemuan polisi setempat tidak mengetahui adanya kasus orang hilang tersebut.

“Setelah kami lakukan penelusuran dan menerima informasi dari Kabupaten Bengkalis, barulah diketahui adanya laporan nelayan hilang yang waktunya sesuai dengan kondisi jasad yang ditemukan,” jelas Kapolsek.

Proses Identifikasi Masih Berlanjut

Meski dugaan identitas korban mengarah kuat kepada Muhammad Haidir Ali, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses identifikasi resmi masih berjalan. Keluarga korban telah dihubungi untuk kepentingan pencocokan data dan visum identifikasi.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto maupun video jasad korban di media sosial, demi menjaga etika dan menghormati perasaan keluarga yang ditinggalkan.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan kronologi lengkap kejadian yang menyebabkan korban ditemukan meninggal dunia di perairan Dumai, jauh dari wilayah asalnya di Kabupaten Bengkalis.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index