Rohul, Catatanriau.com — Kebakaran hebat menghanguskan tiga pintu rumah kontrakan di Jalan Belibis, Kelurahan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), pada Minggu (4/1/2026), dini hari sekitar pukul 03.20 WIB. Peristiwa tersebut menggegerkan warga setempat yang tengah terlelap tidur.
Api dilaporkan dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan rumah petak permanen yang saling berdempetan. Kondisi tersebut membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, sekaligus berupaya membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya sebelum petugas tiba di lokasi.
“Apinya besar sekali, cepat merambat karena rumahnya dempet. Tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan, semua habis terbakar,” ujar salah seorang warga sekitar di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi warga, rumah petak tersebut merupakan rumah kontrakan milik seorang warga bernama Rosi. Tiga pintu rumah kontrakan itu disewakan dan seluruh bangunan beserta isinya dilaporkan ludes dilalap si jago merah.
Petugas Pemadam Kebakaran setempat yang menerima laporan langsung turun ke lokasi dan berjibaku melakukan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi yang merupakan kawasan permukiman padat penduduk.
Selain petugas pemadam kebakaran, aparat kepolisian juga tampak berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu kelancaran proses pemadaman.
“Syukurnya tidak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan cukup besar karena seluruh bangunan dan isi rumah hangus,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas masih melakukan pendataan serta pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada malam hingga dini hari. Warga diimbau memastikan kondisi instalasi listrik aman serta menghindari penggunaan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.***
