Dumai, Catatanriau.com | Aksi perampokan disertai penganiayaan brutal menimpa seorang nenek lanjut usia di Kota Dumai. Korban bernama Manisem (70) harus mendapatkan 13 jahitan di bagian kepala setelah dianiaya pelaku yang merampas perhiasan emas di rumahnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad (28/12/2025) sekitar pukul 13.15 WIB, di kediaman korban yang berlokasi di RT 024, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan. Pelaku diduga beraksi seorang diri dengan mengenakan helm serta jaket berwarna merah hati.
Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku secara tiba-tiba masuk ke dalam rumah korban dan langsung merampas gelang serta cincin emas yang dikenakan Manisem. Korban sempat melakukan perlawanan, namun justru mendapat perlakuan kasar dari pelaku.
“Korban berusaha mempertahankan perhiasannya. Akibat perlawanan itu, pelaku bertindak lebih brutal hingga korban mengalami luka di kepala yang harus dijahit sebanyak 13 jahitan,” ujar Aipda Dedi Tiawarnan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lubuk Gaung, yang pertama kali menerima laporan kejadian.

Kejadian tersebut turut disaksikan oleh Indra, cucu korban, yang kebetulan hendak berkunjung ke rumah neneknya. Ia melihat seorang pria keluar dari rumah korban dengan tergesa-gesa.
“Saksi melihat pelaku keluar dari rumah menggunakan helm dan jaket merah, lalu langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Kelurahan Tanjung Penyembal,” tambah Aipda Dedi.

Usai kejadian, korban yang mengalami luka serius segera dilarikan ke Puskesmas Sungai Sembilan untuk mendapatkan perawatan medis dan hingga kini masih menjalani observasi.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Sembilan, Iptu Apriadi, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah penyelidikan.
“Kami telah menerima laporan resmi dan saat ini tim sedang melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri jejak pelaku. Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secepatnya,” tegas Iptu Apriadi.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap tindak kejahatan yang menyasar lansia dan warga yang tinggal sendiri.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Lubuk Gaung dan Tanjung Penyembal, untuk segera melapor apabila melihat atau mengetahui informasi yang berkaitan dengan pelaku maupun aktivitas mencurigakan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan keamanan lingkungan. Warga diharapkan dapat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) serta saling menjaga demi mencegah terulangnya kejadian serupa.***
