Rohul, Catatanriau.com – Suasana di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu memanas, Senin (11/8/2025). Ratusan warga bersama karyawan PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) dari Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, datang berbondong-bondong menyuarakan protes.
Aksi ini dipicu oleh pembangunan semenisasi jalan oleh Pemerintah Desa Bangun Jaya sepanjang lebih kurang 1.00 meter yang menjadi akses utama menuju PT MAN. Jalan tersebut dibangun dengan batas kapasitas maksimal 6 ton, membuat truk pengangkut bahan baku dan hasil produksi tak bisa melintas.
Dalam orasinya, salah satu warga menyampaikan keluhan keras kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, khususnya kepada Bupati, agar segera mencari solusi yang adil.
“Semenjak semenisasi itu dikerjakan, kami yang biasa bekerja di pabrik tersebut tidak bisa lagi bekerja. Ini sudah hampir satu minggu,” ujarnya dengan tegas.
Warga mengaku, dampak dari kebijakan ini bukan hanya mengganggu perusahaan, tetapi juga memukul ekonomi ratusan keluarga yang bergantung pada pekerjaan di PT MAN.
Menanggapi gejolak tersebut, Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti turun tangan. Ia mengajak perwakilan massa berdialog di lantai dua Kantor Bupati. Mediasi pun berlangsung alot, namun akhirnya tercapai kesepakatan: PT MAN akan membangun jalan alternatif dengan dukungan pemerintah dalam proses pelepasan lahannya.
Humas PT MAN M. Hafiz yang hadir mengungkapkan bahwa sejak pembangunan semenisasi tersebut, perusahaan mengalami kerugian besar.
“Sejak jalan itu dibangun dengan pembatasan tonase, aktivitas kami lumpuh total. Kerugian yang kami alami sudah lebih dari Rp3 miliar,” ujarnya.
Pihak perusahaan berharap pembangunan jalan alternatif dapat segera direalisasikan agar kerugian tidak semakin membengkak dan ratusan pekerja dapat kembali bekerja.
Situasi aksi berjalan tertib hingga selesai, dengan aparat kepolisian dan Satpol PP mengawal jalannya unjuk rasa. Kini, masyarakat menunggu realisasi janji pemerintah dan perusahaan agar mereka bisa kembali mencari nafkah tanpa hambatan akses jalan.***
