Siak, Catatanriau.com - Sekelompok petani sawit di Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, menjerit akibat kebun mereka terendam banjir selama dua bulan terakhir. Bencana ini diduga kuat disebabkan oleh gorong-gorong jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Permai) yang tersumbat, menghambat aliran air dan menyebabkan genangan di lahan pertanian warga.
Salah seorang petani yang terdampak, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa ada sekitar sepuluh pemilik lahan sawit yang mengalami nasib serupa.
"Sudah sekitar dua bulan belakangan ini kebun sawit kami tergenang air akibat penyumbatan gorong-gorong Tol Permai ini. Akibatnya, banyak pohon sawit kami yang mati," ujarnya dengan nada penuh kekecewaan, Rabu (23/4/2025).
Menurutnya, total lahan sawit yang tergenang mencapai sekitar empat hektar.
"Kalau lahan saya sendiri terkena sekitar seperempat hektar, dan sudah ada 30 batang pohon sawit saya yang sudah mati dibuatnya. Ini sangat merugikan kami," keluhnya.
Para petani mendesak PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola jalan Tol Permai untuk segera bertindak mengatasi masalah ini. Mereka meminta agar gorong-gorong yang tersumbat, yang berada tepat di bawah jalan tol di sekitar kilometer 29 Kelurahan Minas Jaya (dekat bekas kantor Koramil Minas lama-red), segera dibuka dan diperbaiki.
"Kami juga meminta pihak PT HK agar bertanggung jawab mengganti rugi pohon sawit kami yang sudah mati tergenang air akibat penyumbatan gorong-gorong milik mereka ini," tegasnya.
Upaya untuk mencari solusi juga telah dilakukan oleh para petani. Salah seorang petani mengaku sempat menyampaikan keluhan ini kepada Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Minas, Rudi Hartono, yang kebetulan juga memiliki kebun sawit di lokasi yang sama dan turut terdampak banjir.
"Kata beliau (Sekcam-red), sudah disampaikan kepada pihak PT HK untuk dilakukan perbaikan, tapi sampai sekarang tidak ada diperbaiki. Mau sampai kapan kami menunggu, apa harus mati dulu semua pohon sawit kami ini? Gara-gara kejadian ini hasil panen kami juga jadi menurun," ungkapnya dengan nada putus asa.
Kerugian yang dialami para petani akibat matinya puluhan batang pohon sawit dan penurunan hasil panen diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Mereka berharap pihak PT Hutama Karya segera merespon keluhan ini dan mengambil tindakan nyata untuk memulihkan kondisi kebun sawit mereka. Kejadian ini menjadi sorotan akan pentingnya sistem drainase yang baik dalam pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol, agar tidak merugikan masyarakat sekitar.***
Laporan : Idris Harahap
