MENU TUTUP

Pemuda Desa Genduang Tuntut Transparansi PT Sari Lembah Subur dalam CSR dan Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal

Senin, 10 Juni 2024 | 19:10:33 WIB Dibaca : 568 Kali
Pemuda Desa Genduang Tuntut Transparansi PT Sari Lembah Subur dalam CSR dan Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal Puluhan pemuda dari Karang Taruna Desa Genduang, mengadakan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang pabrik kelapa sawit milik PT. Sari Lembah Subur, anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk, Senin 10 Juni 2024

PELALAWAN,CATATANRIAU.COM |
Puluhan pemuda dari Karang Taruna Desa Genduang, Kecamatan Pangkalan Lesung, mengadakan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang pabrik kelapa sawit milik PT. Sari Lembah Subur, anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk. Mereka menuntut transparansi perusahaan dalam program CSR dan perekrutan tenaga kerja lokal, Senin (10/06/2024).

Anjar Sutiana, ketua pemuda Desa Genduang, menuntut pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan dan CSR yang tidak dipenuhi sesuai dengan undang-undang terkait. Proses perekrutan tenaga kerja lokal dianggap tidak transparan dan lebih mengutamakan orang dalam. Selama 2-3 tahun terakhir, tidak ada dampak positif yang dirasakan dari program CSR perusahaan.

Massa yang berjumlah sekitar 70 orang ini, didominasi oleh pemuda setempat yang berpakaian serba hitam, berkumpul di lapangan pasar Desa Genduang dan melakukan long march ke pabrik. Tuntutan mereka jelas: perusahaan harus lebih transparan dalam menjalankan program CSR dan perekrutan tenaga kerja lokal.

Hingga pukul 16.00, tidak ada perwakilan dari manajemen yang menemui massa, sehingga memantik emosi mereka. Sebagai bentuk protes, massa membakar dua ban bekas di pintu gerbang pabrik. Mereka juga mengancam akan memblokir jalan akses masuk ke pabrik yang melewati tanah warga jika tidak ada respon dari perusahaan.

Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan dari puluhan personil keamanan perusahaan, serta personil dari Polsek Pangkalan Lesung dan Satintelkam Polres Pelalawan, dengan Kapolsek Pangkalan Lesung yang turun langsung mengamankan situasi.

"Manajemen tidak menganggap warga tempatan, menemui saja mereka tidak mau, benar-benar zolim," teriak korlap aksi, Mustafa dan Anjar. Mereka juga menegaskan bahwa jalan akses masuk pabrik melalui Genduang adalah bukan jalan perusahaan karena menumpang ke tanah warga, manajemen harus paham itu.

Pihak PT. Sari Lembah Subur mengatakan, "Kami menghormati rekan rekan dari Genduang untuk melakukan aksi tersebut. Terkait CSR dan Ketenagakerjaan, saya rasa PT SLS sudah sangat kooperatif. Kita pegang data bahwa karyawan kita banyak yang berasal dari ring 1 termasuk desa Genduang begitu juga terkait pengerjaan beberapa pekerjaan di SLS yang melibatkan pihak ke 3. List yang kami punya sebagian besar kontraktor   orang Genduang. Jadi dari management masih bingung sebenarnya apa yg dituntut mereka," kata Humas PT SLS  melalui whatsaap.

Beberapa narasumber menanggapi bahwa perusahaan harus melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) sesuai Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mengatur hak dan kewajiban perusahaan terkait rekrutmen tenaga kerja, termasuk keadilan dan transparansi dalam prosesnya.

PT SLS berkewajiban untuk menjalankan program CSR yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, termasuk transparansi dalam penggunaan dana CSR. Selain itu, PT SLS harus membuka informasi mengenai proses rekrutmen tenaga kerja secara jelas dan adil, serta memberi kesempatan kepada tenaga kerja lokal, khususnya dari Desa Genduang. Keterlibatan masyarakat lokal dan peran pemerintah dalam pengawasan dan regulasi sangat penting untuk memastikan perusahaan mematuhi undang-undang yang berlaku dan menyelesaikan konflik atau keluhan yang timbul.

Demonstrasi yang dilakukan oleh Karang Taruna Desa Genduang menunjukkan ketidakpuasan terhadap pelaksanaan kewajiban sosial PT SLS dan menyoroti peran penting pemerintah dalam memastikan perusahaan memenuhi tanggung jawab mereka terhadap masyarakat sekitar. ****

Laporan : E Pangaribuan 



Berita Terkait +

Mangsa Ayam Warga Di Sabak Auh, BBKSDA Evakuasi Beruang Madu Ini

Kronologi Penemuan Bocah 10 Tahun Yang Hanyut Di Aliran Sungai Batang Lubuh

Pemancing Temukan Pria Gantung Diri Dengan Tubuh Telah Menggembung dan Menghitam

Massa Gelar Aksi Solidaritas di Kantor Polda Riau Atas Pembunuhan Sadis Aktivis Lingkungan Arsyad Rachim

Akibat Karhutla Ular Payton Ini Mati Terpanggang Gegara Lindungi Anak Dan Telur-telurnya

Hampir Ricuh, Ribuan Mahasiswa di Rokan Hulu Gelar Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM

Diduga Api Dari Kompor Masak Tiga Ruko Jalan Lintas Timur Desa Mekar Jaya Ludes Dilalap Api

Salut... Langkah Cepat Polda Metro Jaya Atas Perilaku Arogansi Mobil Pejabat Berplat RFH

Gugat Netralitas ASN dan Perangkat Desa, Aliansi Mahasiswa Rohil Gelar Unjuk Rasa di Kantor Bupati

Konflik Lahan Dengan PT RPI, Petani Inhu Gelar Aksi Jalan Kaki Menuju Istana Presiden! Ini Tuntutannya

TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

HM Harris Siap Maju sebagai Calon Gubernur Riau 2024

2

Bandar Narkoba Ditangkap Polsek Tandun dengan Barang Bukti 31 Gram Sabu

3

Polsek Langgam Tangkap Dua Bandar Narkoba Sabu dan Ganja di Subuh Dini Hari

4

Melalui Pengolahan Limbah Kelapa Sawit, PPK Ormawa HIMAGROTEK UNRI Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Eco Green di Kelurahan Sungai Pagar

5

Tolak Tegas LGBT, BEM UNRI Inisiasi Mimbar Bebas di Gedung DPRD Provinsi

6

PSU Di 31 TPS Tambusai Utara, Data Pemilih Yang Mencoblos Hanya 3. 293