BENGKALIS, CATATANRIAU.COM — Misteri menyelimuti kawasan perkebunan PT Adei di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, setelah seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Jasad tersebut ditemukan di kawasan PT Adei KM 4, Divisi 13, Blok PM 15F CR 4 Kapel 8, Desa Tengganau.
Korban pertama kali ditemukan petugas keamanan PT Adei, Yusri Abanat, bersama dua rekannya saat melakukan patroli rutin di kawasan perkebunan.
Dilansir Tintanews.id, Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan membenarkan adanya penemuan jasad tersebut.
Setelah menerima laporan, personel piket, Pawas dan Tim Opsnal Reskrim Polsek Pinggir langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Di lokasi, petugas menemukan seorang laki-laki dalam posisi telungkup di sekitar pohon kelapa sawit, tepatnya di seberang parit.
Kondisi jenazah telah mengalami pembusukan sehingga identitas korban belum dapat diketahui. Wajah korban juga sudah tidak dapat dikenali oleh warga maupun saksi yang berada di sekitar lokasi.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan awal secara kasat mata terhadap kondisi tubuh korban.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan yang dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian. Polisi masih menunggu pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti.
“Belum bisa kita simpulkan (apakah ada kaitannya dengan kerusuhan sebelumnya). Saat ini jenazah akan dirujuk ke RS Bhayangkara. Identitas korban dan keluarganya masih kita cari,” ujar Kompol Agung Rama Setiawan.
Jenazah sebelumnya dibawa ke RSUD Mandau untuk mendapatkan penanganan medis. Selanjutnya, jenazah direncanakan dirujuk ke RS Bhayangkara guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ditemukan Empat Hari Setelah Kericuhan
Penemuan jasad tersebut menjadi perhatian karena terjadi hanya empat hari setelah kericuhan di kawasan perkebunan PT Adei.
Sebelumnya, pada Sabtu (3/10/2026), kericuhan terjadi di Pos 2 ATM KM 4, Divisi 1, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir.
Peristiwa tersebut melibatkan sekelompok masyarakat dengan personel keamanan PT Satria Timur Mandiri (STRUM).
Kericuhan mengakibatkan dua orang security mengalami luka-luka. Selain itu, sejumlah fasilitas dan kendaraan operasional dilaporkan mengalami kerusakan.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kericuhan bermula ketika Koordinator Lapangan Security PT STRUM Achmad S. Boly bersama tiga rekannya melakukan patroli di kawasan perkebunan.
Saat patroli, security melihat dua orang membawa dua janjang buah kelapa sawit menuju RAM milik warga.
Ketika asal buah tersebut dipertanyakan, situasi kemudian memanas. Sekitar 20 orang yang tidak dikenal disebut datang dan melakukan penyerangan terhadap security menggunakan benda yang diduga berupa parang, tojok dan cangkul.
Seorang security bernama Max mengalami luka pada bagian kening.
Situasi kembali memanas sekitar pukul 14.30 WIB ketika ratusan massa mendatangi Pos 2 ATM PT Adei. Para security kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan mencari perlindungan di rumah karyawan dan sejumlah lokasi di kawasan perkebunan.
Security lainnya, Yacopa, juga mengalami luka di bagian kepala dan patah hidung.
Selain korban luka, sejumlah fasilitas dan kendaraan operasional dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya satu unit mes security PT STRUM, empat sepeda motor Honda CRF serta dua unit mobil operasional Toyota Hilux.
Polisi Belum Kaitkan Kedua Peristiwa
Meski jarak waktunya hanya empat hari, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi dari kepolisian yang mengaitkan penemuan jasad tersebut dengan kericuhan pada 3 Oktober lalu.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban, mencari pihak keluarga serta memastikan penyebab kematiannya.
Hasil pemeriksaan medis nantinya diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi korban sebelum meninggal dunia.
Kepolisian juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan.
Dengan demikian, dugaan bahwa jasad tersebut berkaitan dengan kericuhan sebelumnya masih sebatas pertanyaan yang belum terjawab.
Polisi menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan kesimpulan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta bukti-bukti yang ditemukan.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban belum diketahui dan penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan.***