Dumai, Catatanriau.com – Warga Kota Dumai digemparkan dengan penemuan jasad seorang pemuda di kawasan Hutan Wisata Bukit Cahaya, Rabu (5/8/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area pepohonan, sehingga mengundang perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial IP (22), warga Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan. Identitas korban diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Selain menemukan jasad korban, petugas juga mendapati satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna hitam yang diduga merupakan kendaraan milik korban. Sepeda motor tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan jasad.

Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, penemuan tersebut bermula ketika seseorang melihat adanya kejanggalan di kawasan hutan wisata. Setelah dipastikan, warga segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Tak lama berselang, personel Polres Dumai tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas langsung memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan sejumlah barang bukti, serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit guna kepentingan visum.
Di tengah masyarakat sempat beredar dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri. Namun hingga kini, dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Dumai masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi, penyebab pasti, serta fakta-fakta yang melatarbelakangi kematian korban. Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun penyebab pasti meninggalnya pemuda tersebut.
Catatanriau.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan menyampaikan informasi terbaru setelah ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Catatan Redaksi: Apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, putus asa, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera bicarakan dengan keluarga, teman terpercaya, atau tenaga profesional. Dukungan dan bantuan sedini mungkin dapat sangat berarti.***