Siak, Catatanriau.com – Enam bulan setelah rapat lintas sektoral yang dipimpin langsung Bupati Siak membahas solusi perbaikan Jalan Simpang Libo Baru, masyarakat akhirnya memilih bergerak sendiri. Pada Rabu (1/7/2026), warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda bergotong royong memperbaiki ruas jalan sepanjang sekitar 300 meter yang selama ini rusak parah.
Aksi tersebut dipimpin oleh Limboy Harianja selaku tokoh masyarakat Simpang Libo Baru, didampingi Ketua Dewan Pimpinan Pemuda Sakai (DPPS) Kandis, Emi, Tokoh Pemuda Kandis Dedi Malau, serta ratusan warga yang turun langsung ke lokasi.

Limboy mengatakan, gotong royong itu merupakan bentuk kekecewaan masyarakat karena hasil kesepakatan yang pernah dicapai dalam rapat di Kantor Camat Kandis hingga kini belum juga terealisasi.
"Alhamdulillah, pada hari ini masyarakat menepati janjinya. Dulu kita sudah berkumpul di Kantor Camat bersama seluruh perusahaan, camat dan Forkopimda. Tetapi sampai hari ini tidak ada satu pun yang terealisasi dari apa yang telah disepakati. Karena itu masyarakat Simpang Libo Baru hari ini turun langsung membangun jalan sepanjang kurang lebih 300 meter," ujar Limboy kepada wartawan.
Menurutnya, masyarakat merasa selama ini hanya menerima janji tanpa ada realisasi nyata. Karena itu, warga memutuskan tidak lagi menunggu pelaksanaan komitmen yang pernah disampaikan dalam forum tersebut.
"Selama ini masyarakat seperti terus diberi harapan. Hari ini kami membuktikan bahwa masyarakat mampu bekerja sendiri demi kepentingan bersama. Yang kami butuhkan bukan lagi janji, tetapi tindakan nyata," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Limboy juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan yang dinilai tetap menunjukkan kepedulian terhadap kondisi jalan tersebut.

Ia mengucapkan terima kasih kepada PT MAM yang melalui humasnya, Situmeang, telah membantu menyediakan material aspal serta mengerahkan alat berat ke lokasi pekerjaan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PT Ivo Mas Tunggal (Sinarmas Grup) yang kembali menurunkan alat berat berupa grader dan bomag untuk membantu proses perbaikan jalan.
"Padahal bukan hanya kendaraan mereka yang melintas di jalan ini. Banyak perusahaan lain dari arah Sontang maupun wilayah Rokan Hulu yang juga menggunakan jalan ini. Tetapi justru PT Ivo Mas Tunggal (Sinarmas Grup) yang terus membantu masyarakat," katanya.
Selain itu, Limboy turut mengapresiasi PT SSA KM 16, PT NISP, serta PT GAS yang melalui humasnya, Torus, telah menyalurkan bantuan berupa material sirtu dan semen untuk mendukung kegiatan gotong royong masyarakat.
Meski demikian, Limboy menegaskan kesabaran masyarakat memiliki batas. Ia memperingatkan perusahaan-perusahaan yang selama ini memanfaatkan Jalan Simpang Libo Baru namun tidak pernah berkontribusi dalam perawatannya.
"Kami tegaskan, apabila nanti perusahaan-perusahaan yang melintasi jalan ini tetap tidak mau berkontribusi membantu perbaikan jalan, maka tunggu waktunya. Masyarakat akan menghentikan kendaraan perusahaan yang tidak mau peduli. Jangan salahkan masyarakat apabila nanti mengambil langkah tegas," ujarnya.
Menurutnya, ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Sebab hingga kini masyarakat masih belum melihat realisasi hasil rapat yang pernah dipimpin Bupati Siak bersama perusahaan dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
"Kami tidak bisa terus menunggu kata-kata. Yang kami inginkan masyarakat bisa menikmati jalan yang layak dan aman. Karena itu kami memilih berkorban sendiri memperbaiki jalan ini," katanya.
Di akhir penyampaiannya, Limboy kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Simpang Libo Baru.
"Kami mendoakan perusahaan-perusahaan yang telah membantu selalu diberikan kelancaran usaha dan tetap peduli terhadap masyarakat. Mudah-mudahan pekerjaan hari ini selesai hingga sore dan jalan ini bisa kembali layak dilalui masyarakat," pungkasnya.***