Siak, Catatanriau.com – Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Batu Bosa, Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, telah selesai 100 persen. Jembatan yang dibangun melalui dukungan anggaran Mabes TNI AD itu menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah kampung, dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi warga.
Jembatan berjenis Aramco tersebut dibangun sebagai akses penghubung antara RT 01 dan RT 02 di Dusun Batu Bosa. Dengan bentangan sepanjang 12 meter yang melintasi sungai selebar 8 meter, jembatan ini akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial bagi sekitar 300 jiwa atau 150 kepala keluarga yang menjadi penerima manfaat.
Seluruh tahapan pekerjaan telah diselesaikan, mulai dari pembersihan lokasi, pemasangan bowplank, mobilisasi material, pembangunan abutmen, pemasangan girder dan diafragma, pengerjaan lantai jembatan, pembangunan buk sandaran, pemasangan besi pembatas, hingga pengecatan dinding dan tiang jembatan.
Pembangunan tersebut dibiayai melalui anggaran Mabes TNI AD sebesar Rp233.259.000 yang dikelola oleh Kodim 0322/Siak.
Keberhasilan pembangunan Jembatan Garuda tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Selain melibatkan personel TNI dan tenaga pekerja, proses pembangunan juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kampung Minas Barat yang dipimpin Penjabat (Pj.) Penghulu Kampung Minas Barat, Riduan, bersama Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta masyarakat setempat yang bergotong royong selama proses pengerjaan.
Danramil 03/Minas, Kapten Arh Aguswanto, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.
"Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Garuda telah selesai 100 persen. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara TNI, Pemerintah Kampung Minas Barat, Bapekam, LPM, para pekerja, dan masyarakat yang bersama-sama bergotong royong menyukseskan pembangunan ini," ujar Kapten Arh Aguswanto.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Semoga kehadiran Jembatan Garuda semakin memperlancar aktivitas warga dan menjadi penyemangat dalam membangun kampung secara bersama-sama," tambahnya.
Selama pelaksanaan pembangunan, tim juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya belum tersedianya jaringan internet di lokasi, jarak tempuh sekitar 45 kilometer dari Koramil menuju lokasi proyek, serta distribusi material yang menyesuaikan kondisi cuaca. Meski demikian, seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan sesuai target.
Hingga pembangunan dinyatakan rampung, situasi di lokasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya kendala yang menghambat penyelesaian proyek.***