Harimau Sumatera Terekam CCTV di Permukiman Warga Siak, Ternak Hilang hingga Tim Pasang Kamera Jebak

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:03:30 WIB

Siak, Catatanriau.com – Warga Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, dikejutkan oleh kemunculan seekor Harimau Sumatera yang terekam kamera CCTV milik warga. Satwa dilindungi tersebut terlihat berkeliaran di sekitar permukiman RT 14/RW 14 pada Jumat (6/2) malam.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengatakan laporan pertama diterima setelah warga mencurigai pergerakan satwa liar di sekitar kandang ternak.

“Kemunculan harimau terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Menindaklanjuti laporan warga, Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Siak langsung turun ke lokasi untuk melakukan mitigasi konflik,” ujar Supartono, Senin (9/2).

Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan yang didampingi Babinsa serta warga setempat, orang pertama yang mencurigai keberadaan harimau adalah Nurisam. Ia mengaku sekitar pukul 20.00 WIB sempat menyalakan lampu kandang kambing dan melihat bayangan besar yang mencurigakan di sekitar lokasi.

Merasa khawatir, Nurisam segera memanggil anaknya, Yuda. Tak lama kemudian, bayangan tersebut terlihat bergerak menjauh ke arah semak belukar di sisi utara permukiman.

“Di sekitar kandang kambing itu, tim menemukan banyak jejak yang diduga kuat merupakan jejak harimau,” jelas Supartono.

Dugaan tersebut semakin kuat setelah rekaman kamera CCTV milik warga bernama Dewi, yang berjarak beberapa meter ke arah timur laut dari kandang kambing, memperlihatkan seekor harimau melintas sekitar pukul 21.30 WIB.

“Dalam rekaman CCTV terlihat jelas harimau bergerak ke arah barat laut menuju kawasan perkebunan PT Eks Darpari,” tambahnya.

Dari hasil penilaian visual, harimau yang terekam diperkirakan merupakan individu remaja menuju dewasa dengan ukuran tubuh tanggung.

Tak hanya itu, sekitar pukul 22.00 WIB, seorang pengendara mobil dari arah Buton menuju Pekanbaru juga mengaku melihat seekor harimau menyeberang jalan di sekitar SPBU dan bergerak ke arah timur.

Kesaksian lain datang dari warga bernama Nanang. Sekitar pukul 22.30 WIB, ia mendengar suara gaduh dari arah hutan disertai suara hewan seperti diterkam. Keesokan paginya, Nanang mendapati dua ekor ayam dan seekor anak kucing miliknya hilang.

“Di sekitar rumah Nanang ditemukan bulu ayam berserakan serta jejak kaki harimau berukuran sekitar 12 sentimeter,” ungkap Supartono.

Untuk memperluas pemantauan, tim BBKSDA Riau menambah jumlah kamera jebak (camera trap) yang sebelumnya telah dipasang pada 7 Februari 2026. Selain itu, pemantauan udara juga dilakukan menggunakan drone guna melacak pergerakan satwa.

Sebagai langkah pencegahan, tim mitigasi mengimbau warga agar tidak beraktivitas sendirian pada jam-jam aktif satwa liar, memastikan ternak dikandangkan dengan aman, serta menutup bagian terbuka kandang menggunakan terpal atau seng untuk membatasi pandangan harimau.

“Saat ini tim terus melakukan pemantauan secara intensif. Jika warga kembali melihat atau menjumpai harimau, segera laporkan ke Balai Besar KSDA Riau melalui nomor 0813-7474-2981,” pungkas Supartono.***

Terkini