Nyaris Hangus, Ruang Komputer SMK Negeri 2 Tembilahan Selamat dari Kebakaran

Senin, 05 Januari 2026 | 22:52:38 WIB

Inhil, Catatanriau.com — Kebakaran nyaris menghanguskan ruang komputer Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 2 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Senin (5/1/2026) pagi. Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur.

Api dilaporkan sempat menjalar ke bagian atap gedung dan memicu kepanikan warga sekolah. Para siswa dan guru yang berada di lokasi segera berkumpul di halaman sekolah untuk menyaksikan upaya pemadaman. Beruntung, petugas pemadam kebakaran setempat bergerak cepat ke lokasi sehingga api berhasil dijinakkan sebelum meluas.

Dari video yang beredar di media sosial, terlihat kobaran api di bagian atap ruang komputer TKJ. Namun berkat kesigapan petugas, api dapat dipadamkan dalam waktu singkat dan tidak sempat merambat ke bagian lain gedung.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kerugian material pun dapat diminimalkan karena api cepat dikendalikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan video Masdal Efendi, salah seorang guru di sekolah tersebut, kebakaran terjadi sekitar pukul 07.20 WIB, sebelum pelaksanaan upacara bendera. Saat kejadian, para siswa tengah berbaris di halaman sekolah.

“Assalamualaikum. Telah terjadi kebakaran di SMK Negeri 2 Tembilahan sekitar jam tujuh lewat dua puluh WIB, sebelum upacara bendera. Anak-anak lagi berbaris lalu dikejutkan oleh kebakaran di ruang komputer jurusan TKJ,” ujarnya dalam video tersebut.

Ia menambahkan, kesiapan petugas pemadam kebakaran di Tembilahan menjadi kunci utama keberhasilan pemadaman. Api tidak sempat merambat hingga ke bagian loteng gedung.

“Di ruangan sudah diantisipasi oleh siswa, alat-alat komputer sudah dikeluarkan semua, dan tidak ada yang mengalami kerusakan. Alhamdulillah, aman,” lanjutnya.

Terkait penyebab kebakaran, Masdal Efendi menduga api dipicu oleh gangguan kelistrikan. “Kemungkinan terjadi arus singkat atau korsleting,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan kondisi instalasi listrik serta keamanan ruang belajar sebelum kembali digunakan secara normal.***

Terkini