Pekanbaru, Catatanriau.com — Video viral yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga melepaskan tembakan di sebuah rumah makan yang juga digunakan sebagai tempat cucian kendaraan di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, menjadi sorotan publik. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (23/12/2025) itu sempat memicu kepanikan pengunjung dan warga sekitar.
Menindaklanjuti video yang beredar luas di media sosial, Catatanriau.com melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon kepada seorang pria berinisial R.C, Kamis (25/12/2025). R.C diketahui merupakan oknum yang diinformasikan sebagai anggota TNI AD dari satuan Kavaleri 6/Rajawali Bhakti Tama (Kikav 6/RBT) di bawah Kodam XIX/Tuanku Tambusai.
Dalam keterangannya, R.C membenarkan bahwa dirinya adalah pria yang terlihat dalam video tersebut. Namun ia menegaskan bahwa kronologi kejadian yang berkembang di media sosial dinilai tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
“Benar bang, saya yang ada di dalam video itu. Tapi kronologinya banyak yang salah. Saya bukan membekingi debt collector. Orang yang berbaju batik di video itu bukan debt collector, dia orang leasing, sales mobil,” ujar R.C.
Ia menjelaskan, permasalahan bermula dari tunggakan uang muka atau down payment (DP) mobil yang belum dibayarkan oleh konsumen, meski angsuran bulanan berjalan lancar. Menurutnya, situasi memanas karena sekelompok orang datang ke lokasi dengan sikap arogan dan sulit diajak berkomunikasi.
“Mereka datang sudah arogan, tidak bisa diajak koordinasi baik-baik. Datang-datang langsung seperti yang terlihat di video,” jelasnya.
Terkait aksi yang diduga sebagai penembakan, R.C mengaku tindakannya dipicu karena melihat juniornya menjadi korban pengeroyokan.
“Yang dikeroyok itu junior saya. Saya tidak terima anggota saya dipukul. Di video juga jelas saya bilang ‘itu anggota, kenapa dipukul’. Tapi mereka tetap keras, dorong-dorong saya, bahkan ngejar sampai ke luar dan berusaha mengambil senjata saya,” katanya.
R.C juga membantah bahwa senjata yang digunakan merupakan senjata api. Ia menegaskan bahwa benda tersebut adalah airsoft gun yang dimilikinya secara legal.
“Jenis senjata itu bukan senjata api, melainkan airsoft gun. Saya lengkap dengan data, KTA, dan terdaftar sebagai anggota Perbakin,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaannya di lokasi kejadian karena sedang mencuci kendaraan di tempat tersebut, yang diketahui merupakan rumah makan sekaligus lokasi cucian kendaraan.
“Saya lagi nyuci kendaraan di situ. Karena ada keributan, saya bantu melerai sebagai aparat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, R.C juga meminta agar video yang beredar dapat diturunkan karena dinilai memperkeruh suasana. Ia menyebut proses mediasi telah dilakukan dan kasus tersebut sedang dalam penanganan aparat penegak hukum.
“Kami sudah melakukan mediasi dan juga pelaporan. Tuduhan yang beredar itu tidak benar. Kami sudah melaporkan kasus pengeroyokan ke Polda Riau, dan anggota saya yang dikeroyok juga sudah dilakukan visum,” jelasnya.
Meski demikian, R.C mengakui bahwa perkara tersebut belum sepenuhnya selesai dan masih dalam proses pendalaman.
“Saya minta tolong kalau bisa videonya dihilangkan supaya tidak menambah masalah. Di media sosial lain juga sudah mulai dihapus. Kalau masih beredar, khawatir nanti justru menyeret media juga,” tutupnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto telah membenarkan adanya insiden tersebut dan memastikan pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan aparat kepolisian masih berlangsung untuk mengungkap fakta hukum secara menyeluruh terkait insiden tersebut.***