Warga Pangkalan Pisang Gelar Aksi Spontan, Tuntut PT RAPP Betonisasi Jalan Berdebu

Minggu, 07 Desember 2025 | 10:49:56 WIB

Siak, Catatanriau.com — Puluhan warga bersama Karang Taruna Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, menggelar aksi spontan pada Sabtu sore (06/12/2025). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan di Simpang PT RAPP yang dinilai menimbulkan debu berlebihan dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat sekitar.

Ketua Karang Taruna Kampung Pangkalan Pisang, Sumaryoto, atau yang akrab disapa warga sekitar dengan nama Bob, kepada wartawan pada Ahad (07/12/2025) mengatakan bahwa aksi spontan itu muncul karena keresahan warga yang sudah berlangsung cukup lama. Debu dari jalan tersebut kerap beterbangan hingga ke permukiman warga dan bahkan bertebaran di badan jalan lintas, sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Kami dari Karang Taruna bersama masyarakat menuntut pihak manajemen PT RAPP agar melakukan betonisasi jalan tersebut. Harapan kami, debu tidak lagi menyebar ke rumah warga dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Bob.

Menurutnya, tuntutan tersebut bukan tanpa dasar. Sebelumnya, kata Bob, pihak perusahaan sempat menyepakati bahwa perbaikan jalan akan dilakukan pada akhir tahun ini. Namun hingga kini, tidak terlihat adanya tanda-tanda realisasi atas kesepakatan tersebut.

“Masyarakat sudah sangat resah. Karena itu, kami memberikan tenggat waktu sampai hari Rabu mendatang. Jika tidak ada keputusan yang jelas dari perusahaan, kami akan mendirikan tenda di tengah jalan mulai Rabu nanti,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, perwakilan manajemen PT RAPP sempat menemui massa dan menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat akan dibahas dalam rapat internal perusahaan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (08/12/2025). Hasil rapat tersebut, menurut perwakilan perusahaan, akan disampaikan kepada masyarakat pada Selasa atau Rabu.

Aksi spontan itu juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Kapolsek Koto Gasib, Iptu Suhardiyanto, S.H., M.H., yang hadir di lokasi, turut menyampaikan imbauan agar kedua belah pihak menahan diri dan mengedepankan musyawarah.

“Kami berharap kedua belah pihak bisa sama-sama mendinginkan kepala. Kami juga meminta kepastian dari pihak PT RAPP, kapan benar-benar bisa bertemu dengan masyarakat dan menghadirkan pihak yang berkompeten dalam mengambil keputusan,” ujar Kapolsek dalam sebuah video yang beredar.

Ia juga menekankan agar pertemuan tidak bersifat mengambang dan tidak sekadar janji. “Kami meminta dipastikan hari apa yang benar-benar fiks, sehingga saat bertemu nanti sudah ada keputusan yang jelas dari pihak perusahaan,” tambahnya.

Bob menegaskan, aksi tersebut murni sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menginginkan solusi terbaik. Ia berharap, pertemuan lanjutan dengan pihak PT RAPP nantinya benar-benar menghasilkan keputusan konkret, bukan sekadar wacana.

“Intinya, masyarakat ingin kejelasan. Kami berharap saat pertemuan nanti sudah ada putusan yang tegas dari perusahaan, agar persoalan debu ini segera terselesaikan,” tutupnya.***

Terkini