Digerebek Warga, Warung Remang-Remang di Desa Segati Diduga Jadi Tempat Maksiat dan Belum Tersentuh Penertiban

Senin, 20 Oktober 2025 | 21:38:42 WIB

Pelalawan, Catatanriau.com — Aksi penggerebekan dilakukan oleh sekitar 20 orang warga Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin malam (20/10/2025), sekitar pukul 18.00 WIB. Warga mendatangi sebuah warung remang-remang di Kilometer 56 Dusun Tasik Indah, Desa Segati, yang diduga menjadi tempat maksiat dan belum tersentuh upaya penertiban dari aparat.

Penggerebekan itu bermula dari insiden pemukulan terhadap seorang ibu rumah tangga berinisial W oleh seorang wanita pemandu lagu di warung tersebut. Saat itu, W datang hanya untuk menanyakan keberadaan suaminya. Namun, ia justru mendapat perlakuan kasar hingga akhirnya menghubungi adiknya, Ami, untuk meminta pertolongan karena merasa ketakutan.

Mengetahui hal tersebut, Ami — yang juga merupakan anggota AMM-KL (Angkatan Muda Melayu Kecamatan Langgam) — segera bergegas bersama beberapa warga menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, warga langsung melakukan penggerebekan dan mencari wanita yang melakukan pemukulan guna meminta pertanggungjawaban.

“Kehadiran warung tenda biru atau warung remang-remang ini sudah lama menjadi keresahan masyarakat Desa Segati. Diduga, tempat itu bukan sekadar warung biasa, tetapi menjadi lokasi peredaran minuman keras dan praktik prostitusi terselubung,” ujar Ami kepada awak media.

Sebelumnya, warung remang-remang di Desa Segati ini pernah diberantas oleh aparat kepolisian. Namun, kini tempat tersebut kembali beroperasi dan kian meresahkan warga.

“Kami berharap pihak kepolisian, khususnya Polsek Langgam, dapat segera bertindak cepat menanggapi keresahan masyarakat. Kami juga meminta agar pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta struktur pemerintahan lainnya tidak tutup mata melihat kondisi ini,” tambah Ami.

Ami menegaskan, insiden yang menimpa kakaknya hanyalah satu contoh dari dampak keberadaan warung remang-remang tersebut.

“Hari ini satu rumah tangga menjadi korban. Jika dibiarkan, entah berapa banyak lagi rumah tangga yang akan hancur karena aktivitas di warung yang diduga menjadi tempat maksiat ini,” tutupnya.***

Laporan : Mutia

Terkini