Pelalawan, Catatanriau.com – Aksi jilid kedua Koalisi Mahasiswa Peduli Kebijakan Sosial (KMPKS) pada Jumat (8/8/2025) di depan gerbang PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kembali diwarnai ketegangan. Perusahaan yang menjadi sorotan itu tetap bungkam, sementara massa yang berupaya mendekat justru dihadang aparat kepolisian.
Puluhan peserta aksi bergerak dari titik kumpul menuju lokasi utama. Namun, baru beberapa ratus meter dari gerbang pabrik, barikade polisi sudah menutup jalan. Dorong-mendorong pun terjadi, diiringi teriakan lantang dari massa.
"Kami datang untuk menagih janji, bukan untuk dihalangi!" teriak salah satu orator dari atas mobil komando, memicu sorak dukungan dari kerumunan.

Koordinator lapangan KMPKS, Adrian Ahmad Juanda, mengecam keras tindakan aparat yang dianggap menghalangi kebebasan berpendapat.
"Tugas polisi seharusnya mengawal rakyat, bukan menjadi tameng perusahaan," tegasnya di tengah aksi.
Menurut KMPKS, penghadangan ini merupakan bentuk pembungkaman demokrasi dan bukti bahwa aparat lebih berpihak kepada korporasi daripada masyarakat.
Sementara itu, manajemen PT RAPP kembali memilih diam. Tak satu pun perwakilan perusahaan keluar untuk menemui massa, meski gelombang protes sudah berlangsung dua kali. Sikap bungkam ini, menurut para pengunjuk rasa, menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menjawab tuntutan, apalagi mempertanggungjawabkan dampak kebijakan terhadap masyarakat dan lingkungan.
KMPKS menegaskan, aksi akan terus berlanjut dengan skala yang lebih besar. Mereka memperingatkan, jika PT RAPP terus bersembunyi di balik pagar pabrik dan barisan aparat, kemarahan rakyat hanya akan semakin membara.***
Laporan: Mutia