Inhu, Catatanriau.com – Polres Indragiri Hulu (Inhu) terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional tahun 2026. Jajaran kepolisian melalui Bhabinkamtibmas secara rutin melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil di sejumlah wilayah binaan.
Pemantauan kali ini dilakukan oleh personel Polsek Pasir Penyu dan Polsek Rengat Barat, dengan melihat langsung kondisi tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, SH, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, SH mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar terus mengembangkan sektor pertanian.
“Polri tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berupaya membantu petani menghadapi berbagai kendala di lapangan, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan target panen bisa tercapai,” ujar Aiptu Misran.
Pantau Jagung di Tanjung Gading
Di wilayah Kecamatan Pasir Penyu, pemantauan dilakukan pada Kamis (7/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Gading, Aipda Hari Fityadi.
Ia mengecek perkembangan tanaman jagung pipil di lahan seluas sekitar 0,5 hektare yang berada di Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Gading.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung di lokasi tersebut tumbuh subur dan berkembang dengan baik. Selain melakukan pengecekan, petugas juga turut membantu proses penyiraman untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman.
“Tanaman jagung pipil di lahan tersebut tumbuh subur dan berkembang dengan baik. Petugas juga ikut membantu melakukan penyiraman sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan tanaman,” jelas Misran.
Hadapi Kendala Kemarau di Tanah Datar
Sementara itu, di Kecamatan Rengat Barat, pemantauan dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Tanah Datar, Aipda Abdullah Mustapa, SH bersama pemilik lahan, Mustofa, S.Pd.
Pengecekan dilakukan di lahan monokultur seluas sekitar 0,5 hektare yang berada di Jalan Supriadi Jalur E, RT 11/RW 4, Dusun 3, Desa Tanah Datar.
Tanaman jagung di lahan tersebut mulai ditanam sejak 12 Juni 2026. Saat dilakukan pemantauan, tanaman tumbuh subur dengan ketinggian mencapai sekitar 100 sentimeter.
Jika perkembangan tanaman berjalan sesuai target, panen diperkirakan dapat dilakukan pada Oktober 2026.
Namun, kondisi musim kemarau mulai menjadi tantangan bagi petani. Sumber air di sekitar lahan mulai mengering sehingga ketersediaan air untuk tanaman menjadi terbatas dan dapat menghambat proses pertumbuhannya.
Meski menghadapi kendala tersebut, pemilik lahan tetap melakukan perawatan secara rutin untuk menjaga kondisi tanaman hingga memasuki masa panen.
“Pemilik lahan tetap rutin melakukan perawatan. Polres Inhu akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi agar kendala yang ada dapat dicarikan solusi bersama demi keberhasilan panen,” kata Misran.
Menurutnya, pendampingan dan pemantauan yang dilakukan jajaran Polres Inhu merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
Polres Inhu juga memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan di wilayah hukum Polres Inhu sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
“Langkah kecil seperti ini jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan swasembada pangan yang kokoh, baik di Indragiri Hulu maupun untuk Indonesia,” pungkasnya.***
