Rohul, Catatanriau.com – Di tengah rutinitas patroli menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, pada Jum'at (31/7/2016) seorang anggota Bhabinkamtibmas Desa Koto Tinggi, Polsek Rambah, Polres Rokan Hulu, BRIPKA Nasrul Jamil menunjukkan bahwa tugas polisi tak berhenti pada penegakan hukum. Kepedulian kepada warga menjadi bagian dari pengabdian yang nyata.
Peristiwa itu terjadi saat Bhabinkamtibmas melaksanakan patroli rutin di wilayah binaannya. Di tepi jalan, ia melihat seorang nenek berjalan seorang diri dengan langkah perlahan. Wajahnya tampak letih setelah menempuh perjalanan jauh.
Saat dihampiri, diketahui bahwa lansia tersebut baru pulang dari kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan hendak kembali ke rumahnya di kawasan Kilometer 5, arah Rumah Sakit Surya Insani, Desa Suka Maju. Jarak yang masih harus ditempuh mencapai sekitar tujuh kilometer.
Menyadari kondisi fisik sang nenek yang sudah lanjut usia, Bhabinkamtibmas itu tidak membiarkannya melanjutkan perjalanan seorang diri.
"Saat patroli saya melihat seorang nenek berjalan kaki sendirian. Setelah saya tanyakan, ternyata beliau baru pulang dari Kantor Bupati Rokan Hulu dan masih harus berjalan sekitar tujuh kilometer menuju rumah. Sebagai Bhabinkamtibmas, saya merasa terpanggil untuk membantu. Ini bukan semata-mata tugas, tetapi bentuk kepedulian kami kepada masyarakat," ujarnya.
Tanpa berpikir panjang, ia kemudian mengajak sang nenek naik ke kendaraan dinas untuk diantarkan hingga ke rumah. Di sepanjang perjalanan, keduanya berbincang hangat. Sang nenek bercerita tentang kehidupan, keluarga, kondisi ekonomi, hingga perjuangan menjalani hari-harinya di usia senja.
Bagi Nasrul Jamil, percakapan sederhana itu menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak selalu membutuhkan bantuan besar. Terkadang, perhatian dan kepedulian justru menjadi hal yang paling berarti.
"Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi selalu hadir, bukan hanya ketika ada persoalan hukum, tetapi juga ketika ada warga yang membutuhkan uluran tangan. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi masyarakat," katanya.
Setibanya di rumah, raut lelah di wajah sang nenek berubah menjadi senyum penuh rasa syukur. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
Aksi sederhana tersebut menjadi potret nyata wajah humanis Polri. Di balik seragam dan tugas menjaga keamanan, hadir sosok anggota kepolisian yang memilih berhenti, menyapa, mendengar, dan membantu seorang warga yang membutuhkan. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.***
