Siak, Catatanriau.com – Warga Kampung Muara Bungkal, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, diresahkan dengan kemunculan gajah liar yang memasuki kawasan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kemunculan satwa dilindungi tersebut diduga menyebabkan kerusakan pada tanaman kelapa sawit dan pondok kebun milik warga. Selain menimbulkan kerugian materi, keberadaan gajah liar juga memicu kekhawatiran masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kebun maupun melintasi kawasan tersebut.

Salah seorang warga yang bermukim di kawasan perkebunan, Imanuel Ginting, kepada wartawan, Senin (13/7/2026), membenarkan adanya gajah liar yang masuk ke wilayah Kampung Muara Bungkal.
"Benar, gajah liar masuk ke kawasan kebun masyarakat. Warga menjadi khawatir karena selain diduga merusak tanaman kelapa sawit, keberadaan gajah juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang sedang bekerja di kebun maupun melintas di sekitar lokasi," ujar Imanuel.
Ia mengatakan masyarakat berharap pemerintah bersama instansi terkait segera mengambil langkah penanganan agar tidak terjadi konflik antara manusia dengan satwa liar tersebut.
"Kami berharap pihak berwenang segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan, mengamankan kawasan, serta memberikan solusi agar gajah tidak terus masuk ke kebun masyarakat. Keselamatan warga harus menjadi perhatian, namun satwa yang dilindungi ini juga harus tetap dijaga kelestariannya," katanya.
Sementara itu, Camat Sungai Mandau, M. Darwis, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya laporan mengenai kemunculan gajah liar di wilayah Kampung Muara Bungkal.

"Izin Pak, berkaitan dengan hal tersebut benar gajah liar berada di lingkungan atau lahan masyarakat karena memang jalur lintasan gajah tersebut sudah ada sejak dahulu. Kejadiannya di KM 90 Kampung Muara Bungkal. Informasi ini kami peroleh melalui koordinasi dengan kepala dusun dan pihak Rukun Kampung," jelas Darwis.
Saat ditanya mengenai potensi konflik antara warga dengan gajah liar tersebut, Darwis menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban.

"Kejadian Sabtu malam menuju Minggu, korban tidak ada," ujarnya.
Meski belum menimbulkan korban jiwa, masyarakat berharap instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), segera melakukan pemantauan serta langkah mitigasi agar konflik antara manusia dan gajah liar dapat dicegah, mengingat kawasan Kampung Muara Bungkal merupakan salah satu jalur lintasan alami satwa tersebut.
Warga juga diimbau untuk tetap waspada, tidak mendekati gajah liar, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila kembali melihat keberadaan satwa tersebut di sekitar permukiman maupun areal perkebunan.***
