PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM,:—
Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sari Lembah Subur (SLS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program edukasi bagi generasi muda. Bekerja sama dengan SMP Negeri 1 Pangkalan Lesung, PT SLS menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), edukasi pengurangan sampah plastik, serta aksi penanaman pohon sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan tersebut bertujuan mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam sekaligus mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pelalawan.
Kepala SMP Negeri 1 Pangkalan Lesung, Nur Afni, S.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT SLS yang telah menghadirkan edukasi lingkungan kepada para siswa. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman mengenai pencegahan dini kebakaran, langkah-langkah darurat, hingga membangun keberanian siswa dalam menghadapi situasi berbahaya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT SLS atas sosialisasi pencegahan kebakaran yang dilaksanakan di sekolah ini. Kegiatan ini memberikan informasi yang sangat baik bagi anak-anak kami untuk belajar mengenai pencegahan dini, tindakan darurat, serta membangun keterampilan dan keberanian dalam menghadapi situasi berbahaya, khususnya kebakaran," ujarnya.
Ia berharap sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dapat terus terjalin melalui berbagai program edukatif lainnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. "Semoga PT SLS terus maju dan berkembang serta dapat kembali bekerja sama dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat," tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim PT SLS memberikan pemahaman mengenai penyebab utama kebakaran hutan dan lahan, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, kesehatan, hingga kehidupan sosial masyarakat. Para siswa juga diajak memahami pentingnya tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mengetahui prosedur pelaporan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Tak hanya itu, para peserta juga memperoleh edukasi mengenai bahaya penggunaan plastik sekali pakai terhadap kelestarian lingkungan. Dengan metode yang interaktif, siswa diajak membiasakan gaya hidup ramah lingkungan, seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali, serta mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk implementasi nyata dari materi yang diberikan, PT SLS bersama para siswa melaksanakan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya pohon dalam menyerap karbon dioksida, menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah erosi, serta menjaga ketersediaan air tanah.
Kegiatan semakin menarik dengan simulasi pemadaman api sederhana menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan dasar menghadapi potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Asisten Sustainability PT SLS, Tofan Hidayat, menegaskan bahwa edukasi lingkungan kepada generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Ia berharap para siswa mampu menjadi pelopor perubahan yang menginspirasi keluarga maupun masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Melalui kolaborasi antara perusahaan, sekolah, dan masyarakat, PT SLS optimistis upaya pencegahan karhutla serta pelestarian lingkungan di Kabupaten Pelalawan akan semakin kuat dan berkesinambungan.****
