Siak, Catatanriau.com – Pembangunan Jembatan Garuda yang berada di Dusun Batu Bosa, Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Rabu (3/6/2026), progres pembangunan jembatan yang didanai melalui anggaran Mabes TNI AD tersebut telah mencapai 37,1 persen.
Jembatan jenis Aramco ini dibangun sebagai sarana penghubung antara RT 01 dan RT 02 di Dusun Batu Bosa. Infrastruktur tersebut memiliki bentangan sepanjang 12 meter dengan lebar sungai yang dilintasi sekitar 8 meter dan kedalaman air berkisar antara 0,5 hingga 1 meter.
Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 300 jiwa atau 150 kepala keluarga (KK) yang selama ini membutuhkan akses yang lebih aman dan mudah untuk beraktivitas sehari-hari.
Berdasarkan laporan harian pembangunan, sejumlah pekerjaan telah menunjukkan kemajuan signifikan. Pembersihan lokasi telah mencapai 87 persen, pengerjaan bowplank selesai 100 persen, mobilisasi material mencapai 50 persen, serta pekerjaan girder telah mencapai 50 persen. Sementara beberapa tahapan pekerjaan lainnya masih dalam proses pelaksanaan.
Danramil 03/Minas, Kapten Arh Aguswanto, mengatakan bahwa pembangunan jembatan terus dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI, pekerja, dan masyarakat setempat.
"Hingga hari ini progres pembangunan Jembatan Garuda telah mencapai 37,1 persen. Beberapa pekerjaan utama seperti pembersihan lokasi dan pemasangan bowplank telah berjalan sesuai rencana. Kami terus mengoptimalkan pengerjaan di lapangan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Minas Barat," ujar Kapten Arh Aguswanto.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut melibatkan 12 orang yang terdiri dari 2 personel TNI, 6 pekerja, dan 4 warga masyarakat yang turut membantu proses pengerjaan.
Menurutnya, kondisi cuaca yang cerah sepanjang hari menjadi faktor pendukung kelancaran pekerjaan. Meski demikian, tim di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain tidak tersedianya jaringan internet di lokasi, jarak tempuh sekitar 45 kilometer dari Koramil menuju lokasi pembangunan, serta distribusi material yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
"Kendala yang kami hadapi di antaranya akses komunikasi yang terbatas karena tidak adanya jaringan internet di lokasi. Selain itu, distribusi material juga harus menyesuaikan kondisi cuaca. Namun sejauh ini seluruh personel tetap bekerja maksimal agar target pembangunan dapat tercapai," tambahnya.
Pembangunan Jembatan Garuda didukung anggaran sebesar Rp233.259.000 yang bersumber dari Mabes TNI AD dan dikelola oleh Kodim 0322/Siak.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di lokasi pembangunan dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak terdapat kejadian menonjol yang menghambat jalannya pekerjaan.
Dengan terus berjalannya pembangunan, masyarakat setempat berharap Jembatan Garuda dapat segera rampung dan menjadi sarana transportasi yang memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung peningkatan perekonomian di wilayah Dusun Batu Bosa dan sekitarnya.***
