SDN 04 Minas Jaya Gelar Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Penuh Haru, Pantun, dan Semangat Qurani

SDN 04 Minas Jaya Gelar Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Penuh Haru, Pantun, dan Semangat Qurani

Siak, Catatanriau.com — Suasana haru, bahagia, sekaligus penuh semangat mewarnai halaman SDN 04 Minas Jaya pada Kamis (21/05/2026). Sekolah yang berada di Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau itu menggelar Wisuda Tahfidz angkatan IV Juz 30 dan Juz 1 tahun ajaran 2025/2026, sekaligus pelepasan siswa-siswi kelas VI.

Kegiatan tahunan tersebut mengusung tema “Membentuk Generasi Rabbani yang Cerdas, Berprestasi dan Berakhlak Qur’ani”. Sementara untuk pelepasan siswa kelas VI, tema yang diangkat adalah “Terus Berjuang Menggapai Cita-Cita Walaupun Tak Lagi Bersama.”

Sebanyak 28 siswa mengikuti wisuda tahfidz, sementara 64 siswa kelas VI resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah dasar.

Acara berlangsung meriah dan penuh warna. Selain penampilan hafalan Al-Qur’an dari para wisudawan dan wisudawati, para tamu juga disuguhkan tarian Melayu bernuansa Zapin yang dibawakan para guru. Tidak hanya itu, kemampuan siswa tampil percaya diri juga terlihat saat para MC cilik memandu acara menggunakan bahasa Melayu dan bahasa Inggris.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Minas Nurfa Octolita, Kepala KUA Kecamatan Minas Abdussalam, Lurah Minas Jaya Apridesta, para kepala sekolah tingkat PAUD, SD, hingga SMP, Ketua Komite Sekolah Rahmat Amin, SE, para guru, serta wali murid.

Kepala Sekolah: “Al-Qur’an Saja Bisa Dihafal, Apalagi Pelajaran Lain”

Kepala SDN 04 Minas Jaya, Rosniwati Syamsimar, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Siak untuk Kecamatan Minas, tampak akrab dan hangat saat memberikan sambutan. Di lingkungan sekolah, ia dikenal dengan sapaan “Mami”.

Dalam pidatonya, Rosniwati menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya wisuda tahfidz yang kini memasuki tahun keempat.

Ia mengapresiasi dukungan semua pihak, mulai dari guru, orang tua murid, komite sekolah hingga pengawas pendidikan agama.

Menurutnya, keberhasilan program tahfidz tidak lepas dari kerja sama antara sekolah dan keluarga.

“Guru agama kami cuma satu orang, tetapi semangatnya luar biasa. Karena dibantu guru kelas dan juga orang tua di rumah. Kalau tanpa dukungan orang tua, wisuda tahfidz ini tidak mungkin terselenggara,” ujarnya.

Rosniwati juga memberikan motivasi kepada para siswa yang telah berhasil menghafal Al-Qur’an.

“Al-Qur’an saja bisa kalian hafal, apalagi pelajaran yang lain. Berarti anak-anak Mami ini sudah cerdas,” katanya disambut tepuk tangan para tamu.

Suasana semakin cair ketika Rosniwati menyelipkan candaan dan pantun khas Melayu dalam sambutannya. Bahkan ia sempat membuat hadirin tertawa saat mengulang pantun karena merasa baitnya belum pas.

“Membaca buku di saat senggang,
Belajar giat bersama teman.
Mahkota surga sudah kamu pegang,
Berkat Al-Qur’an jadi pedoman.”

Tak lupa, ia berpesan kepada siswa agar terus melanjutkan hafalan dan tidak berhenti hanya di juz 30 atau juz 1.

Camat Minas: Jangan Sampai Anak Putus Sekolah

Dalam sambutannya, Camat Minas Nurfa Octolita memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah atas konsistensinya membina generasi Qurani.

Menurutnya, kegiatan wisuda tahfidz memiliki makna penting dalam membentuk generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia di tengah perkembangan teknologi saat ini.

“Sekarang anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan cepat melalui HP. Karena itu, pengawasan orang tua sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan pola asuh di era digital yang menurutnya jauh berbeda dibanding masa lalu.

“Anak zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu. Sedikit keras saja bisa timbul masalah lain. Karena itu orang tua harus lebih bijak mendampingi anak-anak,” katanya.

Kepada para wisudawan, Camat Minas berpesan agar terus melanjutkan hafalan Al-Qur’an dan tidak cepat merasa puas.

Ia juga mengingatkan para orang tua siswa kelas VI agar terus mendukung pendidikan anak hingga jenjang lebih tinggi.

“Jangan sampai anak putus sekolah. Sekarang masuk SMP Negeri juga sudah gratis. Mari kita dampingi cita-cita anak-anak kita,” tegasnya.

Wali Murid Haru dan Bangga

Perwakilan wali murid mengaku bangga dan bersyukur atas capaian anak-anak mereka dalam menghafal Al-Qur’an.

Mereka menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah sabar membimbing siswa selama proses pembelajaran.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas apa yang telah dicapai putra-putri kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu guru,” ucapnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar tetap menjaga hafalan, rajin murajaah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Suasana haru kembali terasa saat perwakilan wali murid menutup sambutan dengan pantun:

“Duduk di taman menanam melati,
Tumbuh subur indah berseri.
Jadikan Al-Qur’an pedoman di hati,
Insya Allah hidup berkah dan selamat abadi.”

Komite Sekolah Dorong Siswa Terus Kejar Prestasi

Ketua Komite Sekolah Rahmat Amin, SE, turut memberikan motivasi kepada siswa kelas VI dan para peserta tahfidz.

Ia menegaskan bahwa kelulusan dari sekolah dasar bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi.

“Tuntutlah ilmu setinggi mungkin. Jangan lupakan almamater tempat kalian belajar membaca dan menulis,” katanya.

Ia juga mendorong para penghafal Al-Qur’an agar terus menambah hafalan karena ke depan akan banyak peluang pendidikan dan beasiswa bagi para tahfidz.

“Terus tingkatkan hafalan kalian, karena banyak peluang dan kemudahan bagi penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penuh kehangatan, tawa, dan rasa bangga dari para orang tua yang menyaksikan anak-anak mereka tampil percaya diri di atas panggung.

Wisuda tahfidz dan pelepasan siswa SDN 04 Minas Jaya tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membentuk generasi muda yang cerdas, religius, dan berkarakter Qurani.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index