PEKANBARU,CATATANRIAU.COM,:– Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) Riau secara tegas mendesak Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot Direktur Narkoba Polda Riau dan Kapolres Rokan Hilir. Desakan ini muncul menyusul kericuhan yang terjadi di Kecamatan Panipahan, yang diduga kuat dipicu oleh maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Ketua PW Hima Persis Riau, Fikri Abdurrahman, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar insiden spontan. Ia menilai kericuhan merupakan akumulasi panjang dari kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya respons aparat dalam menindaklanjuti laporan terkait aktivitas narkotika.
Menurut Fikri, Direktur Narkoba Polda Riau, Putu Yudha Prawira, dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan secara maksimal. Kondisi ini, kata dia, membuat jaringan narkoba di daerah pesisir seperti Panipahan semakin leluasa bergerak tanpa pengawasan yang efektif.
Tak hanya itu, kritik juga diarahkan kepada Kapolres Rokan Hilir, Isa Imam Syahroni, yang dinilai tidak mampu merespons cepat keresahan masyarakat. Lambannya penanganan laporan disebut menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya ketegangan di tengah masyarakat.
PW Hima Persis Riau menilai bahwa eskalasi kemarahan publik bermula dari aksi damai yang kemudian berkembang menjadi kericuhan hingga berujung pada tindakan perusakan. Hal ini, menurut mereka, merupakan indikator runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum di daerah.
Meski demikian, organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan dan tetap harus diproses sesuai hukum. Namun, penegakan hukum diharapkan tidak tebang pilih dan mampu menyentuh akar persoalan, yakni dugaan pembiaran terhadap peredaran narkoba.
Dalam pernyataannya, PW Hima Persis Riau juga menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mendesak pencopotan pejabat terkait sebagai bentuk tanggung jawab, mendorong investigasi menyeluruh terhadap jaringan narkoba di Rokan Hilir, serta meminta perlindungan maksimal bagi masyarakat yang berani melaporkan aktivitas ilegal tersebut.
PW Hima Persis Riau menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Oleh karena itu, mereka menilai langkah tegas, berani, dan tanpa kompromi sangat diperlukan. “Jika aparat tidak mampu menjawab keresahan rakyat, maka evaluasi dan pencopotan adalah keniscayaan demi memulihkan kepercayaan publik,” tutup Fikri.****
