Rohul, Catatanriau.com — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan optimisme tinggi terhadap arah pembangunan daerah ke depan. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Convention Hall Islamic Centre Rokan Hulu, Selasa (31/3/2026).
Mengusung tema “Pemantapan Ekonomi Kerakyatan dan Penguatan Sektor Unggulan Daerah”, forum strategis ini menjadi wadah penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang partisipatif, terukur, dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya proses perencanaan. Turut hadir Wakil Ketua III DPRD Provinsi Riau H. Budiman Lubis, anggota DPRD Rohul, unsur Forkopimda, instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat dan organisasi wanita.
Ketua panitia sekaligus Plt. Kepala Bapperida Rohul, H. Simel Meri, dalam laporannya memaparkan skala besar rencana pembangunan tahun 2027. Tercatat sebanyak 143 program, 282 kegiatan, dan 1.159 sub-kegiatan dengan total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun. Selain itu, terdapat 574 usulan dari Musrenbang desa dan kecamatan, 2.145 aspirasi masyarakat melalui pokok pikiran DPRD, serta 129 usulan bantuan sosial dan hibah.
Dukungan anggaran juga datang dari pemerintah provinsi dan pusat. Untuk APBD Provinsi Riau dialokasikan sebesar Rp583 miliar, sementara dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus mencapai Rp1,4 triliun.
"Semoga pembangunan ke depan lebih terarah, terpadu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Simel Meri, seperti dikutip dari rilis Diskominfo Rokan Hulu.
Dalam forum tersebut, pemerintah turut menegaskan tren positif pembangunan daerah yang terus meningkat. Sektor infrastruktur menjadi fokus utama, dengan kenaikan anggaran sekitar 6 persen dari tahun 2024 ke 2025, dan diproyeksikan meningkat hingga 7 persen pada 2026.
Wakil Bupati menekankan pentingnya sinkronisasi antara usulan masyarakat dengan program prioritas daerah. Ia berharap Musrenbang mampu melahirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperkuat ekonomi.
"Pemerintah daerah berkomitmen memantapkan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi sektor unggulan agar kesejahteraan masyarakat meningkat merata," ujarnya.
Peningkatan pembangunan ini dinilai strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan, pertanian, dan investasi. Program pembangunan dan peningkatan kualitas jalan menjadi prioritas utama.
Meski masih dalam tahap pembahasan lanjutan, arah kebijakan pembangunan dinilai semakin jelas dengan mengedepankan sinergi lintas sektor dan kekuatan fiskal daerah.
Musrenbang RKPD 2027 ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Dengan tren yang terus meningkat, tahun 2026 diyakini menjadi momentum penting bagi Rokan Hulu dalam memperkuat fondasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.***
