Kepedulian Tanpa Batas, Paguyuban Sedulur Sejati Salurkan 260 Paket Sembako

Kepedulian Tanpa Batas, Paguyuban Sedulur Sejati Salurkan 260 Paket Sembako

Dumai, Catatanriau.com — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Kota Dumai yang terus bergerak, denyut kepedulian sosial tetap hidup melalui berbagai aksi nyata masyarakat. Salah satunya ditunjukkan oleh Paguyuban Sedulur Sejati, sebuah komunitas sosial yang lahir dari semangat persaudaraan dan kepedulian tanpa pamrih.

Pada Minggu, 8 Maret 2026, paguyuban tersebut kembali menyalurkan bantuan sebanyak 264 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu dan kaum duafa di sejumlah titik di Kota Dumai, termasuk di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan.

Kegiatan pembagian sembako itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan wujud nyata solidaritas sosial yang tumbuh dari inisiatif masyarakat. Tanpa menunggu pengakuan formal dari birokrasi, komunitas ini terus bergerak membantu warga yang membutuhkan.

Masyarakat penerima bantuan tampak antusias dan merasa terbantu, terutama di tengah kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Paguyuban Sedulur Sejati sendiri telah hadir dan berkiprah di Kota Dumai selama kurang lebih tujuh tahun terakhir. Di balik nama yang sederhana tersebut, tersimpan filosofi mendalam tentang arti kebersamaan dan persaudaraan.

“Kami mengambil makna dari kata besar, yaitu rasa persaudaraan yang kental. Itulah inti dari Sedulur Sejati. Bahwa kita di sini adalah saudara, bukan hanya di atas kertas, tetapi dalam tindakan nyata, tulus, dan tanpa mengharapkan imbalan,” ujar Rohman, penggagas komunitas tersebut, saat ditemui di sela-sela kegiatan pembagian sembako.

Menurut Rohman, komunitas ini bermula dari kegelisahan bersama untuk dapat memberikan manfaat lebih bagi lingkungan sekitar. Awalnya hanya berupa kumpulan kecil teman-teman yang memiliki kepedulian sosial yang sama. Namun seiring berjalannya waktu, paguyuban ini berkembang menjadi wadah kebersamaan bagi siapa saja yang ingin berbuat sosial.

Saat ini, keanggotaan Paguyuban Sedulur Sejati telah mencapai lebih dari 200 orang, berasal dari berbagai latar belakang profesi dan usia, yang dipersatukan oleh satu tujuan yang sama, yakni berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Meski hingga kini belum memiliki legalitas formal dari pemerintah, keberadaan paguyuban tersebut tetap mendapat pengakuan luas dari masyarakat karena kontribusi sosial yang nyata dan berkelanjutan.

Salah satu hal yang membanggakan dalam agenda sosial kali ini adalah kecepatan dan antusiasme para anggota dalam menggalang donasi.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Dalam waktu hanya satu hari, kami bisa mengumpulkan sembako dalam jumlah yang cukup besar, yaitu sekitar 260 bungkus. Ini di luar perkiraan kami,” ungkap Rohman.

Paket sembako yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula pasir, dan teh yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Rohman menegaskan, keberhasilan kegiatan tersebut bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kebersamaan dan kekompakan para anggota.

“Hal ini tidak lepas dari keakraban serta kesadaran dari masing-masing pengurus dan anggota. Di sini kami selalu menanamkan pentingnya kesadaran diri untuk berbagi. Ketika kesadaran itu muncul dari hati, maka gerakan sosial sebesar apa pun akan terasa ringan dan cepat,” jelasnya.

Dengan semangat persaudaraan yang menjadi dasar gerakan mereka, Paguyuban Sedulur Sejati berharap dapat terus menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Dumai.

Bagi mereka, kegiatan sosial seperti ini akan terus digalakkan secara rutin. Sebab, senyuman masyarakat yang terbantu menjadi motivasi terbesar sekaligus “legalitas sosial” yang nilainya jauh melampaui pengakuan formal apa pun.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index