SERANG,CATATAN RIAU.COM,:— Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi panggung penting bagi masa depan industri informasi nasional. Mengusung tema “Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik”, diskusi panel tujuh pakar lintas sektor berlangsung dinamis di Hotel Aston Serang, Minggu (8/2/2026).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, membuka diskusi dengan menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) kini telah bergeser dari sekadar tren menjadi kebutuhan strategis nasional. Pemerintah, kata Nezar, berkomitmen mendorong pemanfaatan AI secara bertanggung jawab guna mempercepat ekonomi digital sekaligus menjaga kedaulatan teknologi Indonesia.

Dalam pemaparannya bertajuk “Transformasi Digital Pers: Menjaga Ekosistem, Bukan Sekadar Teknologi”, Nezar menekankan pentingnya kedaulatan digital agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi global. Ia menyebut Surat Edaran Menkominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial sebagai fondasi agar inovasi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan keamanan data.
Dari sudut pandang perencanaan nasional, Direktur Ideologi Kebangsaan Kementerian PPN/Bappenas, Nuzula Anggeraini, menyoroti peran AI dalam memperkuat demokrasi. Menurutnya, transformasi digital harus selaras dengan visi pembangunan jangka panjang untuk mempersempit kesenjangan informasi dan menjaga stabilitas nasional dari ancaman disinformasi.
Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi, mengingatkan ancaman serius terhadap keberlanjutan perusahaan pers. Ia menyoroti praktik pemanfaatan konten jurnalistik oleh mesin AI tanpa kompensasi yang adil, yang berpotensi melemahkan media arus utama. Perlindungan hak kekayaan intelektual dinilai menjadi kunci menjaga daya saing media lokal.
Isu tanggung jawab platform digital dibedah Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital (KTPPD), Suprapto Sastro Atmojo. Ia menegaskan pentingnya pengawasan implementasi Perpres Nomor 32 Tahun 2024 tentang Publisher Rights, agar terwujud kerja sama yang adil dan transparan antara platform global dan media nasional.
Perspektif infrastruktur dan konvergensi media disampaikan Ketua Bidang Penyiaran MASTEL, Neil Tobing, serta Dewan Pengawas LPP TVRI, Agus Sudibyo. Keduanya menekankan perlunya tata kelola digital yang adaptif dan kehadiran negara untuk menjaga kepentingan publik, sekaligus memastikan konten bernilai kebangsaan tetap mendapat ruang di tengah dominasi algoritma.
Panel ditutup dengan paparan Google News Partner Manager, Yos Kusuma, yang menegaskan komitmen platform teknologi global mendukung ekosistem berita berkualitas. Seluruh panelis sepakat bahwa AI adalah peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi secara kolaboratif. Dengan regulasi tepat, adaptasi cepat, dan integritas jurnalistik yang kuat, pers nasional diyakini tetap tangguh sebagai pilar demokrasi dan kedaulatan digital bangsa.****
