Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan di Minas

Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan di Minas
Foto saat proses evakuasi jenazah korban, Rabu (4/2/2026).

Siak, Catatanriau.com – Warga Dusun Leko, Kampung Minas Timur, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, digegerkan dengan penemuan seorang wanita yang tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Rabu (4/2/2026) siang. Korban diduga kuat menjadi korban tindak pidana pembunuhan.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Minas, Kompol Syahrizal, S.E., S.H., M.Si., M.H., saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis pagi (5/2/2026), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka di bagian kepala dan leher.

“Korban ditemukan di dalam rumahnya sekitar pukul 14.30 WIB, dengan kondisi mengeluarkan darah dari bagian kepala dan leher. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Kompol Syahrizal.

Korban diketahui bernama E.W.U Br Sihombing (36), seorang wiraswasta, warga Jl. Perawang Km 2 RT 001 RW 001, Kampung Minas Timur, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh adik kandung korban, HZ. Sihombing, yang saat itu singgah ke rumah korban sebelum berangkat ke kebun miliknya. Saksi berniat mengisi air minum dan berbincang mengenai rencana penanaman jagung dan cabai di kebun.

Setibanya di rumah korban, saksi mendapati pintu rumah dalam keadaan tertutup dan tergembok dari luar. Setelah membuka gembok dan masuk ke dalam rumah, saksi melihat korban tergeletak di antara dapur dan ruang tengah.

“Korban ditemukan dalam posisi miring, dengan kepala mengarah ke dapur dan kaki ke arah pintu depan. Saat dicek, korban sudah tidak bernyawa,” terang Kapolsek.

Mengetahui kakaknya meninggal dunia, saksi sempat histeris, menangis, dan berteriak hingga menarik perhatian warga sekitar. Ia juga mengaku sempat memukul lemari kaca di dekat korban karena emosi.

Menurut keterangan saksi, hingga saat ini barang yang diketahui hilang adalah telepon genggam milik korban.

Tetangga korban, LY Br Sitorus Pane, mengaku mendengar teriakan histeris dari dalam rumah korban sekitar pukul 14.30 WIB. Namun, saat itu ia masih menidurkan anaknya dan baru keluar beberapa menit kemudian. Ketika keluar rumah, kondisi di sekitar rumah korban sudah ramai oleh warga, dan area telah diamankan pihak kepolisian.

Tak lama setelah kejadian, Bhabinkamtibmas Minas Timur menerima laporan dan segera mengerahkan Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Minas ke lokasi. Polisi tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 14.46 WIB dan langsung melakukan pengamanan serta olah TKP.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan korban dalam kondisi terlentang dan telah kaku. Korban mengenakan baju lengan pendek warna hitam dan celana tiga perempat warna pink. Selain itu, ditemukan sejumlah barang di atas meja berupa tas warna merah, beberapa lembar tisu kusut, serta kertas yang terdapat bercak darah.

Polisi juga memasang garis polisi (police line) dan mengamankan barang bukti. Tim Inafis Polres Siak turut diterjunkan untuk membantu penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Minas menegaskan bahwa penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi.

“Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Kami juga telah membuat laporan polisi, meminta autopsi, serta memeriksa para saksi,” jelasnya.

Saat ini, Polsek Minas terus berkoordinasi dengan Tim Opsnal Polres Siak guna mengungkap pelaku dan motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tutup Kompol Syahrizal.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index