Siak, Catatanriau.com — Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan eksistensi organisasi, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Siak melakukan kunjungan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak, bertempat di Kantor DPRD Siak, Senin (26/1/2026).
Rombongan JMSI Siak yang dipimpin langsung oleh Ketua JMSI Kabupaten Siak, M. Soeleman Sihotang, bersama jajaran pengurus, diterima secara resmi oleh Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, S.E., didampingi Marudut Pakpahan dan Sabar Sinaga.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua JMSI Siak M. Soeleman Sihotang menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkenalkan keberadaan JMSI sebagai organisasi pemilik media siber di Kabupaten Siak.
“Alhamdulillah, kami mendapat sambutan yang cukup hangat dari Ketua DPRD Siak beserta jajaran,” ujar Soeleman.
Pemimpin Redaksi media online lintas10.com itu juga menjelaskan bahwa saat ini JMSI Kabupaten Siak menaungi sebanyak 12 perusahaan media yang seluruhnya merupakan media terbitan daerah.
“Sebanyak 12 perusahaan media dari Kabupaten Siak tergabung dalam JMSI Siak. Tentunya kami siap bermitra dan bersinergi dengan DPRD Kabupaten Siak,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, S.E., menyambut baik kunjungan pengurus JMSI Siak dan mengapresiasi komitmen organisasi tersebut untuk menjalin komunikasi, meskipun di tengah padatnya agenda DPRD.
“Terima kasih kepada kawan-kawan JMSI Siak yang telah berkunjung ke DPRD. Dengan kesabaran kawan-kawan, kita akhirnya bisa bertemu di sela-sela agenda rapat yang cukup padat hari ini,” ucap politisi Partai Golkar tersebut.
Dalam kesempatan itu, Indra Gunawan yang telah tiga periode menjabat sebagai Ketua DPRD Siak turut memaparkan kondisi keuangan daerah yang hingga kini masih belum sepenuhnya stabil. Ia menyebutkan adanya utang tunda bayar dari tahun 2024 hingga 2025 yang nilainya mencapai sekitar Rp500 miliar, dan hingga saat ini belum terdapat kepastian penyelesaiannya dari pemerintah pusat.
“Kabupaten Siak masih memiliki beban tunda bayar dari tahun 2024 sampai 2025 sekitar Rp500 miliar, dan sampai sekarang belum ada kepastian dari pusat,” jelasnya.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Ngah itu berharap kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi insan pers untuk terus menjalin komunikasi dengan DPRD Siak.
“Kami berharap kawan-kawan tetap mau berkunjung ke Gedung Panglima Jimbam ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, defisit anggaran yang terjadi turut berdampak pada pemotongan APBD, namun pihaknya tetap optimistis kondisi tersebut akan segera membaik.
“Kita punya keyakinan persoalan ini akan segera selesai dan kondisi keuangan daerah akan kembali normal,” sebutnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Siak, Marudut Pakpahan, menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan JMSI Siak sebagai organisasi pemilik media lokal.
“Kami sangat mendukung keberadaan JMSI Siak. Dengan adanya kawan-kawan media, kami bisa memperoleh informasi yang berkembang langsung di tengah masyarakat,” ujar anggota DPRD yang telah menjabat empat periode tersebut.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Siak dari Partai Demokrat, Sabar Sinaga, menegaskan bahwa keberadaan media lokal memang perlu mendapat perhatian serius.
“Keberadaan perusahaan media lokal dari Kabupaten Siak tentu akan menjadi perhatian kami,” katanya singkat.***
