Pekanbaru, Catatanriau.com, 27 Oktober 2025 — Menanggapi isu yang berkembang di tubuh Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), di mana sejumlah kader mendesak Ketua Umum PB SEMMI, **Bintang Wahyu Saputra**, untuk mengundurkan diri karena dinilai merangkap jabatan sebagai **Staf Khusus Menteri (P2MI)**, maka kami dari **Ketua Umum pengurus Wilayah SEMMI Riau** merasa perlu menyampaikan pandangan secara jernih dan objektif demi menjaga marwah organisasi.
Sebagai **Ketua Umum PW SEMMI Riau**, saya, **Ihkram Mulya**, menilai bahwa desakan agar Ketua Umum PB SEMMI mundur merupakan langkah yang tergesa-gesa dan tidak berlandaskan pertimbangan organisasi yang matang. Rangkap jabatan yang disorot seharusnya tidak langsung dimaknai sebagai pelanggaran moral atau organisatoris, melainkan dapat dipandang sebagai **bentuk kontribusi kader SEMMI dalam ruang strategis pemerintahan**.
Jabatan sebagai Staf Khusus Menteri justru menunjukkan bahwa kader SEMMI mampu menembus lingkaran pengambil kebijakan nasional tanpa meninggalkan identitas kemahasiswaannya. Itu adalah bentuk **pencapaian dan pembuktian kualitas kader SEMMI di tingkat nasional**, bukan alasan untuk diserang atau dijatuhkan.
Apalagi, saat ini **Kongres SEMMI** sebagai forum tertinggi organisasi sudah semakin dekat. Dalam konteks tersebut, mendesak Ketua Umum untuk mundur di penghujung masa kepemimpinan justru berpotensi **mengacaukan stabilitas organisasi dan mengganggu persiapan kongres yang seharusnya berjalan secara tertib dan bermartabat**.
Langkah terbaik adalah menjaga soliditas sampai kongres berlangsung, agar regenerasi kepemimpinan terjadi dengan cara yang konstitusional dan demokratis.
Kami di PW SEMMI Riau melihat bahwa selama kepemimpinan **Bintang Wahyu Saputra**, SEMMI justru menunjukkan kemajuan signifikan. Ia aktif merawat kaderisasi di berbagai wilayah, menghidupkan kembali cabang-cabang yang sempat vakum, dan menjadi figur pemersatu di tengah dinamika mahasiswa Muslim di Indonesia.
Kepemimpinan seperti ini tidak layak dihakimi hanya karena satu aspek administratif yang sesungguhnya bisa dijelaskan secara terbuka.
Oleh karena itu, kami menegaskan bahwa **tidak ada urgensi bagi Ketua Umum PB SEMMI untuk mengundurkan diri**. Yang dibutuhkan sekarang adalah ruang dialog, sikap saling menghargai, dan komitmen bersama untuk menyukseskan kongres sebagai momentum regenerasi dan penyegaran organisasi.
Kami juga mengimbau seluruh kader agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang dapat memecah belah. SEMMI adalah organisasi kader intelektual dan pejuang moral maka setiap dinamika harus disikapi dengan kedewasaan berpikir, bukan emosi politik sesaat.
PW SEMMI Riau tetap berdiri mendukung langkah-langkah konstitusional PB SEMMI di bawah kepemimpinan Bintang Wahyu Saputra, serta menyerukan agar seluruh pengurus dan kader di seluruh Indonesia kembali fokus menjadikan Organisasi ini rumah besar bagi seluruh mahasiswa Muslim Indonesia tempat kita belajar memimpin, berdialog, dan mengabdi untuk negeri.
Laporan : Angie
