Santri An-Nizhom, M. Ikrom Jadi Khatib Jumat di Masjid Al-Muttaqin Kampung Minas Timur

Santri An-Nizhom, M. Ikrom Jadi Khatib Jumat di Masjid Al-Muttaqin Kampung Minas Timur

Catatanriau.com, Siak | Sebuah kehormatan besar diterima oleh salah satu santri Pondok Pesantren Baiturrahman An-Nizhom, M. Ikrom, yang mendapatkan kepercayaan dari pengurus Masjid Al-Muttaqin Kampung Minas Timur untuk menjadi khatib salat Jumat pada hari ini, Jumat, 10 Oktober 2025.

Ananda M. Ikrom lahir di Minas pada 30 September 2009, dengan Nomor Akta Kelahiran 13647/T/2010. Sejak kecil, ia dikenal rajin dan tekun dalam menuntut ilmu agama. Ia memulai pendidikan dasarnya dalam membaca dan memahami Al-Qur’an serta tajwid di MDTA Raudhatul Muttaqin Gudang, Kampung Minas Timur.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan formal di SDN 185 Pekanbaru sejak Juli 2015 hingga Juli 2021. Kemudian, ia meneruskan jenjang pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Baiturrahman An-Nizhom, dan saat ini tengah menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah di pondok pesantren yang sama di Kampung Minas Timur.

M. Ikrom terlahir dari keluarga sederhana. Ibunya berprofesi sebagai tenaga pendidik di SMPN 49 Pekanbaru, sementara ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Kedua adiknya adalah Lailatul Husna, santri di Pondok Pesantren Baiturrahman An-Nizhom, dan Muhammad Yusuf, yang saat ini belajar di TK Raudhatul Muttaqin.

Selama menimba ilmu di pesantren, M. Ikrom dikenal aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya:

  • ? Ekskul Public Speaking (selama di jenjang MTs)
  • ? Group Kompang, yang masih ia tekuni hingga sekarang.

Dalam khutbah Jumat yang ia sampaikan, M. Ikrom membawakan tema “Tiga Wasiat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW”, yang berisi pesan-pesan penuh hikmah bagi umat manusia. Dengan gaya penyampaian yang tenang, jelas, dan penuh makna, khutbah tersebut memberikan kesan mendalam bagi para jamaah.

Berikut tiga wasiat yang disampaikan dalam khutbahnya:

“Hiduplah sesukamu, tetapi ingat bahwa engkau akan mati.”
Pesan ini menekankan bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti bagi setiap makhluk. Meski manusia bebas memilih jalan hidupnya, baik atau buruk, semuanya akan berakhir dengan kematian. Maka dari itu, manusia diingatkan agar tidak terbuai oleh kesenangan duniawi.

“Cintailah siapa pun yang kamu suka, tetapi ingat bahwa engkau pasti akan berpisah dengannya.”
Dalam hidup, manusia diciptakan untuk saling menyayangi. Namun, segala sesuatu di dunia ini bersifat fana. Keluarga, harta, dan orang-orang yang dicintai pada akhirnya akan berpisah, mengingatkan kita agar tidak terlalu terikat pada hal duniawi.

“Berbuatlah sesukamu, tetapi ingat bahwa semua perbuatanmu akan diberi balasan.”
Setiap amal perbuatan manusia akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Sekecil apa pun amalan itu, pasti akan mendapatkan balasan, baik di dunia maupun di akhirat.

Setelah khutbah selesai, seluruh jamaah bersama-sama melaksanakan salat Jumat berjamaah dengan khidmat.

Kehadiran M. Ikrom sebagai khatib muda ini mendapat apresiasi dari jamaah dan masyarakat Kampung Minas Timur. Sosoknya menjadi contoh nyata generasi muda santri yang mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan.***

Penulis: Afwan

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index