Pemuda Guncang Kekuasaan di Kampung Suka Mulya Siak, Penghulu Terancam Lengser!

Pemuda Guncang Kekuasaan di Kampung Suka Mulya Siak, Penghulu Terancam Lengser!

Siak, Catatanriau.com — Riuh suara perubahan kini menggema dari Kampung Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Sekelompok anak muda yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Suka Mulya menggulirkan gerakan besar yang mengguncang posisi Penghulu Kampng (Kepala Desa - red), Ami Nur Setiadi.

Berawal dari keresahan terhadap tata kelola pemerintahan kampung yang dinilai tidak transparan, gerakan ini kini berubah menjadi desakan serius agar sang kepala kampung dievaluasi bahkan diberhentikan dari jabatannya.

“Kami sudah lama menahan kekecewaan. Banyak hal yang tidak terbuka. Ini bukan soal pribadi, tapi soal tanggung jawab moral dan pemerintahan yang bersih,” ujar M. Nur Hoppy, koordinator Aliansi Masyarakat Suka Mulya, kepada media ini Jumat (3/10) kemarin.

Aksi para pemuda itu mendapat dukungan luas dari masyarakat saat audiensi bersama Kepala kampung yang membahas transparansi anggaran Kampung. Dalam forum itu, terungkap sejumlah dugaan penyelewengan anggaran—mulai dari dana karang taruna, dana IRMAS, dana pembangunan, hingga anggaran ketahanan pangan yang disebut-sebut tidak direalisasikan namun telah dicairkan sejak awal masa jabatan.

Sebagai bentuk sikap, warga menyusun surat pernyataan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ami Nur Setiadi. Mereka mendesak pemerintah kabupaten Siak segera menonaktifkan Penghulu Kampung demi menjaga kondusifitas dan membuka ruang evaluasi.

Tokoh masyarakat Katimin menyebut langkah para pemuda ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan Kampung.

“Kita jangan melihat ini sebagai konflik, tetapi sebagai aspirasi masyarakat yang ingin perubahan. Sudah saatnya pemimpin desa membuka diri dan mendengarkan suara rakyatnya,” ujarnya.

Gerakan ini juga telah mendapat perhatian dari Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) yang kini menampung seluruh aspirasi dan akan melanjutkannya ke tingkat kabupaten.

Hingga berita ini diterbitkan, Penghulu Kampung Ami Nur Setiadi belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan dan mosi tidak percaya tersebut.***

Laporan : Tiyna 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index