Tokoh Muda Meranti: Penamaan Jalan H. Asmar Adalah Wujud Cinta Warga Pada Bupati

Tokoh Muda Meranti: Penamaan Jalan H. Asmar Adalah Wujud Cinta Warga Pada Bupati

Rangsang Pesisir, Catatanriau.com – Bagi masyarakat Desa Kedabu Rapat, nama sebuah jalan bukan sekadar penanda arah, melainkan juga simbol penghargaan dan kenangan. Hal inilah yang melatarbelakangi warga setempat ketika memutuskan mengganti nama Jalan Parit Gantung menjadi Jalan H. AKBP (Purn) Asmar.

Peresmian nama baru jalan itu dilakukan pada Minggu (28/9) oleh Kepala Desa Mahadi bersama Camat, tokoh agama, serta aparat desa. Usulan perubahan nama muncul spontan saat kunjungan Bupati Kepulauan Meranti, H. AKBP (Purn) Asmar, beberapa waktu lalu. Aspirasi tersebut pun disambut positif oleh sang Bupati.

Warga berharap, melalui penamaan ini, perhatian pemerintah terhadap pembangunan serta perbaikan jalan bisa semakin meningkat.

Namun, setelah video peresmian beredar di media sosial, muncul sejumlah komentar bernada hujatan dan ejekan. Kondisi ini disayangkan oleh tokoh muda Kepulauan Meranti, Hery Saputra atau yang akrab disapa Eri Gading

“Terkait dinamika penamaan jalan, saya pribadi menilai ini bentuk kearifan lokal dan gagasan masyarakat sendiri. Usulan nama Bupati H. AKBP (Purn) Asmar adalah murni inisiatif warga Kedabu Rapat, bukan permintaan yang bersangkutan,” ujar Eri Gading.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemberian nama pada unsur buatan seperti jalan, jembatan, maupun bangunan, maupun unsur alami seperti laut, sungai, dan gunung, telah diatur dalam regulasi tentang Rupabumi. Aturan tersebut menjadi pedoman pemerintah dalam menelaah, menerima, atau menolak usulan penamaan, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Jadi, sah-sah saja masyarakat memberikan usulan. Pemerintah tinggal menganalisa sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya.***

Laporan : Dwiki

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index