PELAYANAN PENYEBRANGAN DI PELABUHAN RORO BENGKALIS MASIH AMBURADUL DAN DIWARNAI PRAKTEK KKN DAN DISKRIMINASI

PELAYANAN PENYEBRANGAN DI PELABUHAN RORO BENGKALIS MASIH AMBURADUL DAN DIWARNAI PRAKTEK KKN DAN DISKRIMINASI

Bengkalis, Catatanriau.com - Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Roro Air Putih - Sungai Pakning masih belum menunjukkan perkembangan signifikan setelah demonstrasi pada 3 September 2025. Dua hari setelah aksi tersebut, mahasiswa dari Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Roro Air Putih pada Jumat, 5 September 2025.

"Kami melakukan peninjauan langsung di roro Bengkalis untuk memastikan bahwa Aspirasi kami betul-betul ditindak lanjuti oleh dishub Bengkalis, namun kami menemukan sejumlah mobil tetap menerobos masuk tanpa mengikuti jalur antrian, tanpa tindakan tegas dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub)." Ucap Syahrul Mizan (perwakilan mahasiswa dari aliansi GERAM)

Seperti yang disampaikan, Ketika kami dari mahasiswa mempertanyakan hal ini kepada petugas, namun petugas dishub tersebut hanya mengelak dan menyatakan "Aku pening dah".(Ucap petugas dishub)

Tindakan petugas ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap aturan dan prosedur yang berlaku, serta kegagalan dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas dan pengatur lalu lintas penyeberangan.

Peristiwa ini kemudian memicu kericuhan antara mahasiswa dan pemilik mobil. Pemilik mobil berdalih bahwa "kami diperbolehkan mengganti antrian dengan mobil lain sesuai peraturan dan tidak ada masalah sebelum-sebelumnya dari petugas dishub." (Ucap salah satu pemilik mobil tersebut).

Namun, ketika mahasiswa meminta klarifikasi tentang aturan yang mengizinkan hal tersebut. Pemilik mobil menjawab bahwa praktik ini telah berlangsung lama dan diperbolehkan oleh petugas Dishub. "Hal ini menunjukkan bahwa ada praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dan penyalahgunaan wewenang masih terjadi di Pelabuhan Roro Air Putih." "Ucap tegas Mizan

Sampai saat ini, petugas Dishub tidak memberikan komentar terkait insiden tersebut. Mereka tampaknya tidak peduli dengan ketidakpuasan masyarakat dan tidak berniat untuk memperbaiki sistem layanan penyeberangan. Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis akan terus memantau situasi ini dan menuntut perbaikan signifikan dalam pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Roro Air Putih.

Mahasiswa bersama Masyarakat berharap agar pemerintah dan Dishub dapat memperbaiki sistem layanan penyeberangan dan memastikan bahwa pelayanan tersebut adil, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika tidak, maka masyarakat akan terus melakukan protes dan menuntut perbaikan. Kegagalan pemerintah dan Dishub dalam memperbaiki sistem layanan penyeberangan akan berdampak pada meningkatnya ketidakpuasan masyarakat dan berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas.***

Laporan : Diwanita 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index