Koto Kampar Hulu, Catatanriau.com – Pada Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 10.30 WIB, Pemerintah Kecamatan Koto Kampar Hulu menggelar rapat koordinasi di aula kantor camat. Pertemuan ini membahas peningkatan pelayanan publik serta pencegahan potensi gangguan ketertiban di wilayah kecamatan.
Rapat dipimpin Camat Koto Kampar Hulu Ahmad Begab, S.Sos., M.Si dan dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa, serta perwakilan instansi terkait dengan jumlah peserta sekitar 15 orang.
Dalam arahannya, Camat menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menghindari praktik pungli dan gaya hidup hedonis di media sosial. Ia juga menyoroti pelayanan kesehatan, ketersediaan ambulans desa, hingga pengawasan MBG untuk mencegah kasus keracunan makanan.
Kapolsek XIII Koto Kampar, IPTU Edi Candra, S.H, menegaskan perlunya perbaikan pelayanan publik agar masyarakat tidak kecewa, sekaligus menyerukan penyelesaian masalah secara bijak di tingkat desa maupun koordinasi dengan pihak kepolisian.
Sejumlah kepala desa turut menyampaikan keluhan, antara lain maraknya pencurian sawit hingga persoalan narkoba yang diduga menjadi pemicu tindak kriminal. Sementara pihak Puskesmas berharap adanya pengamanan di fasilitas kesehatan untuk menjaga aset dan kenyamanan bersama
Rapat ditutup dengan ajakan Camat agar komunikasi dan koordinasi antarinstansi terus ditingkatkan, bahkan bisa dilakukan secara informal di tengah masyarakat. Pertemuan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
Nah itu tadi guys kegiatan dikantor camat dan harapan kita permasalahan ekonomi masyarakat juga diperbaiki ya guys, misalnya e-commerce yang masuk desa sehingga membuat uang keluar wilayah sangat besar dan perputaran uang di kecamatan jauh lebih sedikit dari sebelum adanya pengiriman e-commerce tersebut, tarif yang mencekik seperti listrik, pulsa PDAM, BBM yang sudah menjadi kebutuhan pokok, peningkatan harga hasil kebun didaerah kita seperti sawit, karet, gambir, adanya pemberlakuan HET sehingga harga-harga bisa stabil dengan kondisi ekonomi masyarakat bawah dan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak sehingga menjadikan anak-anak kita kedepan menjadi generasi yang intelek namun tetap berbudaya sopan dan agamis.***
