Eco Print Jadi Tren Kreatif, Pika Arnisa Berbagi Ilmu di Desa Penebal

Eco Print Jadi Tren Kreatif, Pika Arnisa Berbagi Ilmu di Desa Penebal

Bengkalis, Catatanriau.com – Suasana Desa Penebal dipenuhi semangat belajar saat Instruktur dari Kelompok Eco Print Daunara MSB, Pika Arnisa bersama tim memberikan pelatihan Eco Print, sebuah teknik ramah lingkungan yang memanfaatkan daun dan tumbuhan sebagai media seni sekaligus peluang usaha kreatif.

Peserta berasal dari KWT Mahang Mandiri Desa Penebal, Pokmas Hijau Muda Bestari, serta Pokmas Kelopak Mata dari Desa Temeran. Menariknya, kegiatan ini terlaksana berkat biaya swadaya KWT Mahang Mandiri, menunjukkan semangat kemandirian dan kebersamaan warga. Pelatihan ini digelar di Desa Penebal, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (02/09/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Dinda, perwakilan kelompok peserta, menyampaikan rasa terima kasih kepada instruktur.

“Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang dibagikan. Semoga pelatihan ini bisa menjadi bekal untuk meningkatkan kreativitas dan menambah nilai ekonomi bagi kelompok kami,” ungkapnya.

Pika Arnisa, selaku instruktur pelatihan Eco Print dari Daunara MSB, juga menyampaikan harapannya kepada para peserta.

“Saya berharap para ibu-ibu dan anggota kelompok yang ikut pelatihan hari ini bisa terus mengembangkan keterampilan Eco Print, bukan hanya untuk menambah kreativitas, tetapi juga membuka peluang usaha baru. Dengan memanfaatkan kekayaan alam di sekitar kita, hasil karya bisa memiliki nilai jual sekaligus mengurangi limbah,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa proses perjalanan dirinya hingga dapat berbagi ilmu saat ini tak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT. ITA yang selama ini konsisten mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

“Dukungan ini sangat berarti, karena tanpa kolaborasi kita tidak bisa berjalan sejauh ini,” tambahnya.

Sementara itu, Junaidi, selaku Kepala Dusun Desa Penebal, menyampaikan apresiasi dan harapan atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Semoga ilmu yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama ibu-ibu, untuk menambah keterampilan sekaligus membuka peluang usaha. Harapan kami, dari Desa Penebal akan lahir produk-produk kreatif ramah lingkungan yang bisa dikenal lebih luas, bahkan menjadi kebanggaan daerah,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya produk-produk lokal ramah lingkungan yang bernilai seni sekaligus bernilai jual tinggi dari Desa Penebal dan sekitarnya.***

Laporan: Akmal

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index