Pekanbaru, Catatanriau.com – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Riau menggelar _Diskusi dan Deklarasi Pemuda_ bertema _“KNPI Bernas Riau Bersama Lintas OKP Kepemudaan Se-Riau, Damai Indonesiaku, NKRI Harga Mati”_ di Wareh Kupie, Jl. Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru, Selasa (2/9/2025).
Acara berlangsung dengan melibatkan lintas Organisasi Kemasyarakatan Pemuda se-Riau. Hadir Ketua DPD KNPI Riau Nasaruddin, Sekretaris Asnaldi, serta perwakilan 15 OKP seperti Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Karya, Pemuda Pancamarga, GP Anshor, GPI, Pemuda Katolik, Garda Bangsa, dan Laskar Melayu Riau.
Nasaruddin menekankan, “pentingnya pemuda memberikan masukan positif kepada pejabat publik agar berpihak pada kepentingan rakyat kecil, pemuda yang menyampaikan aspirasi agar menjaga etika, serta mengantisipasi potensi konflik agar tidak terjadi tindakan anarkis di Riau.”
Sebagai penutup, para peserta membacakan _Piagam Pemuda Riau untuk Indonesia_ yang berisi delapan butir deklarasi. Isi piagam tersebut :

Kami Bersama Pemuda Riau untuk Indonesia Menyatakan :
Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan undang-undang yang berlaku di RI.
Menghimbau seluruh anak bangsa dan pemuda Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI Harga Mati).
Menghimbau seluruh anak bangsa dan pemuda Indonesia menjaga solidaritas keragaman suku dan bahasa serta menghindari provokasi dan anarki demi stabilitas nasional.
Mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk memberikan kepercayaan penuh kepada kepemimpinan nasional Prabowo Gibran.
Pemuda Indonesia meminta kepada elit politik dan pejabat publik dari pusat hingga daerah, untuk mencerminkan nilai-nilai moral yang baik dan memberikan perhatian khusus terhadap rakyat yang tidak mampu di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Pemuda Indonesia turut berbela sungkawa atas wafatnya Affan dan para pejuang demokrasi di seluruh Indonesia serta meminta kepada aparat hukum untuk transparan dalam penanganan kasus Affan dan seluruh aktivis di Indonesia.
Meminta kepada aparat TNI dan Polri untuk tidak represif dalam menangani penyampaian aspirasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Pemuda Indonesia meminta kepada akademisi, pengamat politik dan hukum, serta NGO dan insan pers agar berhati-hati memberikan pendapat yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa.
Deklarasi ini menjadi komitmen bersama pemuda Riau dalam menghadapi dinamika kebangsaan serta memperkuat peran pemuda sebagai garda terdepan persatuan bangsa.***
Laporan: Fitriana
