Inhu, Catatanriau.com – Pencarian yang penuh harap dan haru akhirnya berujung duka. Sarpila (12), pelajar asal Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), yang sebelumnya dilaporkan hilang usai mandi di Sungai Cenaku, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Senin (9/6/2025) sekitar pukul 19.50 WIB.
Korban ditemukan oleh Tim Gabungan dalam keadaan mengapung dan tertelungkup di tepi Sungai Cenaku, tepatnya di RT 007 RW 005, Desa Payarumbai. Jenazah Sarpila langsung dievakuasi ke rumah duka oleh tim dari Basarnas Kabupaten Indragiri Hilir, BPBD Inhu, Polsek Seberida, dan Koramil 03 Seberida yang sejak awal turut berjibaku dalam pencarian.
Kapolsek Seberida, Kompol Yudha Efiar, S.H., yang memimpin langsung pencarian sejak awal, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.
“Kami atas nama Kepolisian Sektor Seberida turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Proses pencarian telah kami lakukan secara maksimal bersama TNI, BPBD, Basarnas, dan masyarakat. Sayangnya, Tuhan berkehendak lain,” ujarnya kepada wartawan.
Kompol Yudha juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu pencarian, termasuk warga sekitar yang dengan sukarela terlibat dalam proses evakuasi.
“Keterlibatan masyarakat sangat luar biasa. Ini bentuk nyata solidaritas dan gotong royong yang menjadi kekuatan kita semua. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih,” tambahnya.
Kronologi Kejadian
Sarpila sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu (8/6/2025) sekitar pukul 19.00 WIB, setelah diketahui pergi menonton pacu sampan kotak di tepian Sungai Cenaku sejak pagi. Sang ibu, Endang Eka Juliani, mulai khawatir karena Sarpila tak kunjung pulang hingga sore hari, dan kemudian mulai mencari keberadaan anaknya.
Dari keterangan seorang saksi anak-anak bernama Akmal (9), Sarpila sempat mandi bersama teman-temannya di sungai dan terlihat menarik kaki Akmal sebelum kemudian menghilang dari permukaan air.
Sejak itu, pencarian intensif dilakukan oleh gabungan tim penyelamat dan relawan, dimulai malam itu juga dan dilanjutkan pada keesokan harinya dengan bantuan 3 unit speedboat dan peralatan lengkap dari Basarnas dan BPBD.
Pihak Keluarga Menolak Autopsi
Jenazah Sarpila kini telah dibawa ke rumah duka di RT 005 RW 004, Desa Payarumbai, dan menurut keterangan resmi dari pihak kepolisian, keluarga korban tidak menghendaki autopsi serta tidak akan menempuh jalur hukum atas kejadian ini.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan malam ini, Senin (9/6/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.
Imbauan Keselamatan dari Kapolsek
Menutup pernyataannya, Kapolsek Kompol Yudha mengimbau seluruh masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai.
“Musim kemarau kerap membuat sungai terlihat tenang, namun arus bawah tetap berbahaya. Kami mohon agar para orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama saat berada di area sungai,” tegasnya.
“Kepada seluruh masyarakat, mari jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama. Jangan lengah terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar kita,” pungkas Kapolsek.
Suasana haru masih menyelimuti Desa Payarumbai malam ini. Di tengah duka mendalam, warga terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Selamat jalan, Sarpila.***
