Inhu, Catatanriau.com – Seorang anak perempuan bernama Sarpila (12), warga Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Cenaku pada Minggu pagi (8/6). Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap korban masih berlangsung intensif oleh tim gabungan dari Polsek Seberida, TNI, BPBD, dan masyarakat setempat.
Korban terakhir kali terlihat saat menyaksikan acara pacu sampan kotak di tepian Sungai Cenaku sekitar pukul 08.00 WIB. Ia mengenakan baju berwarna tosca dan jilbab coklat. Hingga malam hari, Sarpila tak kunjung pulang, sehingga orang tuanya, Endang Eka Juliani dan M. Yosep, segera melakukan pencarian ke lokasi.
Menurut pengakuan seorang saksi, Akmal (9), Sarpila sempat mandi di sungai bersama teman-temannya. “Tadi Sarpila mandi bersama teman-teman di sungai. Dia sempat menarik kaki saya, lalu terlepas, dan setelah itu saya tidak melihat dia lagi,” ujar Akmal kepada warga dan aparat yang datang ke lokasi.
Mendengar kabar tersebut, warga bersama aparat Polsek Seberida dan Koramil 03 Seberida segera melakukan pencarian. Tim menggunakan dua perahu mesin milik warga dan satu perahu karet milik BPBD Inhu. Kondisi sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 meter menyulitkan proses pencarian, terlebih karena diduga korban tersangkut kayu di dasar sungai.
Hari ini, Senin (9/6), pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 08.40 WIB dengan melibatkan lebih banyak personel dan perlengkapan. Pencarian dipimpin langsung oleh Kapolsek Seberida, KOMPOL Yudha Efiar, S.H, bersama 7 personel dari Polsek, 2 personel Koramil, 9 dari tim BPBD (Kabupaten dan Seberida), serta masyarakat desa.
“Kami bersama seluruh tim gabungan masih terus menyusuri sungai dan melakukan penyelaman di beberapa titik. Kondisi medan cukup menyulitkan, namun kami tidak akan berhenti sampai korban ditemukan,” ujar Kapolsek Seberida, KOMPOL Yudha Efiar.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.” Sambungnya.
Saat ini tim BPBD telah menambah peralatan berupa dua unit lampu penerangan dan satu genset untuk mendukung pencarian di malam hari. Selain itu, tim Basarnas dari Kabupaten Indragiri Hilir sedang dalam perjalanan menuju lokasi dengan membawa alat selam guna mempercepat proses evakuasi.
Pihak keluarga korban masih bertahan di tepian sungai, menunggu kabar sambil berharap putri mereka segera ditemukan. Suasana di lokasi pun tampak haru dan penuh doa dari warga yang ikut bersolidaritas.
Masyarakat sekitar diimbau tetap waspada dan mengawasi anak-anak saat berada di dekat sungai, terlebih saat musim kegiatan masyarakat seperti pacu sampan berlangsung.
Proses pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan. Pihak kepolisian membuka saluran informasi bagi siapa pun yang memiliki informasi terkait keberadaan korban.***
