Viral! Anggota Eks Batin Rasul Serang Polsek Koto Gasib, Diduga Tak Terima Terkait Penanganan DPO Kasus Narkoba

Viral! Anggota Eks Batin Rasul Serang Polsek Koto Gasib, Diduga Tak Terima Terkait Penanganan DPO Kasus Narkoba
Kapolsek Koto Gasib, Iptu Budiman S Dalimunthe SH MH.

Siak, Catatanriau.com – Suasana di Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Koto Gasib, Kabupaten Siak, mendadak memanas pada Jumat, 23 Mei 2025. Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri masyarakat Buatan II Koto Gasib menggeruduk kantor polisi tersebut, melontarkan teriakan dan makian kepada personel yang bertugas. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh penanganan kasus narkoba yang sedang ditangani Polsek Koto Gasib beberapa minggu sebelumnya.

Video insiden penggerudukan ini dengan cepat viral di media sosial, menunjukkan sejumlah warga yang berteriak-teriak dan melampiaskan kemarahan mereka di depan Mako Koto Gasib. Rekaman tersebut memperdengarkan jelas suara teriakan dan makian dari beberapa individu yang berada di lokasi.

Kronologi Bermula dari Penangkapan Tersangka Narkoba

Kapolsek Koto Gasib, Iptu Budiman S.D., S.H., M.H., menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari penangkapan dua tersangka narkoba, DJ (warga Buatan II) dan RD (warga Kampar), pada 7 Mei 2025 lalu di Kampung Sengkemang Koto Gasib. Dari hasil pemeriksaan kedua tersangka, muncul nama inisial OA alias Ocu Bos, seorang terduga bandar sabu yang juga merupakan warga Buatan II dan kini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Penggerudukan ini berawal dari dipicunya penangkapan tersangka narkoba oleh Polsek Koto Gasib pada 7 Mei 2025 lalu," terang Kapolsek kepada Wartawan, Sabtu (24/05/2025).

Pencarian DPO Berujung Kericuhan di Pondok Pertamina

Kapolsek Iptu Budiman melanjutkan, sebelum penggerudukan terjadi, pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa DPO narkoba berinisial OA alias Ocu Bos sedang berada di sebuah pondok gubuk di area Pertamina. Menanggapi informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan anggotanya untuk mengecek kebenaran laporan.

Setibanya di lokasi, Kapolsek dan timnya bertemu dengan Rustam alias Roma yang saat itu berada di pondok. Namun, DPO yang dicari tidak ditemukan. Tak lama kemudian, anak Rustam yang bernama Riki, seorang petugas keamanan PT. Pertamina Buatan, tiba di pondok. Riki, dengan nada keras dan ekspresi tidak senang, langsung menantang dan memaki-maki Kapolsek serta salah satu personel Polsek Koto Gasib.

"Dia berkata, 'Kami kosongkan dan polisi Polsek itu pendatang semua', sambil mendorong badan salah seorang personel," ujar Kapolsek Iptu Budiman mengisahkan. Melihat situasi yang tidak kondusif, Kapolsek beserta anggota segera meninggalkan lokasi dan kembali ke Polsek.

Massa Eks Batin Rasul Turut Terlibat

Buntut dari kejadian di pondok tersebut, sekitar pukul 14.00 WIB, Rustam alias Roma bersama anaknya, Riki, dan beberapa warga Buatan II mendatangi Polsek Koto Gasib. Dari video yang beredar, beberapa di antara mereka diidentifikasi sebagai pentolan Eks Batin Rasul, sebuah kelompok yang ketuanya telah ditangkap dan ditahan beberapa bulan lalu terkait kasus narkoba.

Mereka datang dalam keadaan marah-marah, berteriak, dan memaki-maki Polsek Koto Gasib. Saat itu, di Polsek hanya ada personel piket, dan bahkan Kapolsek yang baru tiba pun menjadi sasaran amarah Rustam dan kelompoknya. Meskipun situasi memanas, Kapolsek memastikan kondisi di Polsek tetap kondusif.

Bantahan Polsek Terkait Penggeledahan dan Imbauan Kamtibmas

Menanggapi video yang beredar di media sosial, Polres Siak, khususnya Polsek Koto Gasib, dengan tegas membantah adanya penggeledahan di rumah pondok seperti yang diklaim dalam video tersebut.

"Polres Siak khususnya Polsek Koto Gasib menegaskan tidak ada terjadi penggeledahan di rumah pondok tersebut seperti video yang beredar di medsos," tegas Kapolsek.

Kapolsek Koto Gasib Iptu Budiman juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Koto Gasib, agar tidak mudah terpancing dan terpengaruh oleh isu-isu serta berita simpang siur yang digoreng di media sosial dengan narasi yang tidak jelas. Hal ini, menurutnya, dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif di wilayah Koto Gasib.

"Sekali lagi komitmen kami Polri menegaskan tidak ada ruang untuk peredaran maupun pengguna narkoba. Bagi masyarakat yang mengetahui, segera laporkan kepada kami," tutup Iptu Budiman, menegaskan komitmen Polri dalam pemberantasan narkoba.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index