SIAK, CATATANRIAU.com, -Sehubungan dengan dugaan belum keluarnya perizinan bagi pengusaha tambang pasir dan galian C di Kabupaten Siak, Akhirnya salah satu pemilik usaha tersebut memenuhi surat panggilan yang dilayangkan pihak Satpol PP Siak. Jum'at (26/10/2018) siang.
Surat teguran pemanggilan itu diindahkan oleh salah satu pengusaha tambang pasir dan galian c yang berlokasikan di Kecamatan Tualang kepada pihak Satpol PP Siak, dengan menyerahkan seluruh dokumen terkait izin usaha seperti, bukti penyerahan SIUP, SITU, Sertifikat Notaris, hingga bukti sah pembayaran retribusi ke Dinas ESDM Provinsi Riau sebesar 5 juta rupiah pertahunnya.
"Saya telah menaati prosedur tentang perizinan, ini semua berkas yang saya bawa adalah buktinya, lokasi usaha saya ini, ada data yang telah diukur oleh dinas, sesuai dengan data untuk usaha minerba. Menurut saya, semua ini sesuai dengan perturan yang ada. Saya tidak permasalahkan pemanggilan saya ini, cuma yang saya kesalkan adalah, kenapa hanya saya saja, yang lain kenapa tidak di cek sekalian. Agar tidak ada kesalah fahaman lagi kedepannya." Jelas pengusaha galian c yang enggan menyebutkan namanya tersebut, kepada awak media.
Pengusaha itu juga menjelaskan, ia kecewa, karena ada pihak yang mengatakan bahwa, tidak adanya rekomendasi dari kabupaten. Disini kita harus ketahui bersama, usaha tersebut ada rekomendasi dari Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat untuk langsung ke provinsi. Dan setoran yang dibayar oleh setiap pengusaha itu, langsung ke rekening Dinas terkait di Provinsi.
"Biaya espoitasi (pencadangan)ini yang dibayarkan ke Dinas ESDM Provinsi Riau sebesar Rp5 juta/tahun. Nanti, akan di exploitasikan ke lahan, gunanya untuk pengembalian lahan, ketika lahan tersebut ditinggalkan. Semua ini digunakan untuk menimbun kembali lahan yang sudah digali tersebut," jelas pengusaha itu kepada Kasi PPNS Syahrul melalui Subandi S.Sos, M.Si, Jum'at (26/10/2018).
Sementara itu, Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Kasi PPNS) Kabupaten Siak Syahrul melalui Subandi mengatakan, bahwasanya ia hanya menjalankan tugas karena adanya laporan dari Bupati Siak tentang aktivitas Galian C dan Pasir Tembak di Wilayah Kecamatan Tualang.
"kita kelokasi yang berada di Perawang itu, karena ada laporan dari pak Bupati langsung, sebelumnya kita kesini dulu, kemudian Dayun dan Gasib. Di Gasib sendiri kosong kemarin," sebut Subandi.
Subandi mengatakan, setiap adanya persoalan perizinan seperti ini dinas terkait tidak pernah berkomunikasi dengan pihak Satpol PP. Dan dinas terkait pun tidak pernah menyampaikan hal-hal mengenai ada atau tidaknya pemilik usaha mengurus izin sebelumnya.
"Terkesan kurang komunikasi saja bang. Selama ini dinas terkait tak pernah komunikasi dengan kita (Satpol PP), jika sudah ada laporan masyarakat barulah kita ditugaskan untuk memanggil pemilik usaha tersebut, ini susahnya kita bg, kita hanya menjalankan tugas, masalah izin orang dinas yang lebih tau. Semua berkas yang diserahakan pengusaha minerba ini, akan kita pelajari dulu, nanti kita akan koordinasikan lagi kepada dinas terkait bagaimana kelanjutannya." ujar Subandi lagi.
Laporan : MRI