MENU TUTUP

Upayakan RJ, Bentrok Pencuri Buah Sawit dan Empat Security BGN Ditahan Polres Pelalawan

Jumat, 31 Maret 2023 | 16:54:54 WIB Dibaca : 1051 Kali
Upayakan RJ, Bentrok Pencuri Buah Sawit dan Empat Security BGN Ditahan Polres Pelalawan Upayakan RJ, Bentrok Pencuri Buah Sawit dan Empat Security BGN Ditahan Polres

PELALAWAN,CATATANRIAU.COM | Pengacara Endang Suparta, SH, MH temui Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto, SH SIK di ruang kerjanya Mapolres Pangkalan Kerinci, membahas Restorative Justice (RJ) terhadap empat kliennya yang hingga kini masih ditahan, Rabu (29/03/2023). Ia adalah DF (34), MY(29), MP (5) dan ED (21).

Keempatnya merupakan Security BGN yang menjaga kebun sawit PT Serikat Putra, di Desa Sialang Godang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan. Mereka sempat terlibat  bentrok dengan pihak pelapor Lismon HM Manalu.

Uniknya, para security BGN ini posisinya mengamankan pihak pelapor sebagai pelaku terduga sering pencurian sawit dan berondol sawit yang kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian Polsek Bunut. Tapi malah kini ia ikut ditahan.

Namun atas peristiwa tersebut, kedua belah pihak sudah sepekat berdamai, dengan segala perjanjiannya, yang kemudian dijadikan dasar pengajuan Restorative Justice.

Dibeberkan Endang, kasus ini bermula saat kliennya mendapati pihak pelapor yang diduga melakukan aksi pencurian  berondolan sawit milik PT Serikat Putra yang mereka jaga. Namun aksi pelapor tersebut ketahuan dan mereka pun melakukan perlawanan. Sehingga terjadi bentrok fisik.

Dari situ, pihak pelapor mendatangkan teman-temannya sekitar 40-an orang dan mengeroyok empat kliennya. Lalu oleh empat kliennya tersebut mengabarkan teman-temannya dan datang sekitar 15 orang. Alhasil, bentrokan terbuka tak terelakkan.

Dari bentrokan tersebut, pihak kliennya berhasil memukul mundur 40 orang yang baru datang tersebut. Namun ada tiga orang lainnya yang berhasil diamankan. Sehingga malam itu juga diserahkan ke polsek terdekat, Polsek Bunut.

Namun oleh Polsek, disarankan melapor ke Polres Pelalawan di Pangkalan Kerinci. Maka di laporlah ke Polres.

Menariknya, ternyata pihak pelapor, juga membuat laporan, dengan dalih pengeroyokan terhadap tiga orang terduga pelaku pencurian yang berhasil diamankan kliennya tersebut. Alhasil terjadi saling lapor.

“Kenapa security kita agak geram terhadap para terduga pelaku, pertama mereka tidak kooperatif. Saat berusaha diamankan, mereka malah melakukan perlawanan. Kedua, beberapa laporan kita di polsek terhadap kasus dugaan pencurian, itu tidak naik dan tak jelas ujungnya. Jadi emosionalnya agak terpancing disitu, ditambah lagi pihak pelapor ini melakukan perlawanan,” ujar Endang usai bertemu Kapolres.

Ditambahkan Endang, setelah saling lapor dan masing-masing pihak dilakukan penahanan, tiga orang dari pihak pelapor dan empat orang kliennya, maka pihak pelapor bermohon minta dilakukan perdamaian, karena mengaku tidak sanggup berada di tahanan.

Akhirnya masing-masing pihak mengirim perwakilan. Ada isterinya dan juga tantenya mohon untuk damai. Lalu disepakati damai dan mengajukan pencabutan laporan dengan tidak menuntut satu sama lain.

“Permohonan pencabutan itulah yang kita teruskan kepada Bapak Kapolres agar pihak kapolres bisa menyikapinya segera sebagai dasar untuk Restorative Justice,” beber Endang.

Terkait pertemuan dengan Kapolres, mendapat sambutan baik dan akan ditindaklanjuti secepatnya. Namun memang, menurut pengakuan Kapolres, adanya perjanjian perdamaian, ia baru saja mendapatkan informasi tersebut.

“Alhamdulillah Pak Kapolres menyambut baik telah terjadinya perdamaian dan secepatnya akan ditindaklanjuti,” kata Endang.

Dalam kesempatan tersebut, Endang dan tim juga mengajukan permohonan pengambil alihan penanganan sejumlah kasus dugaan pencurian massal buah kelapa sawit milik PT Serikat Putra di Polsek Bunut.

Sebab dari beberapa kasus yang dilaporkan, dengan melibatkan terduga pelaku berinisla IR Cs, banyak ditemukan beberapa kejanggalan dan terkesan mandeg.

“Tidak jelasnya proses hukum terkait pengaduan yang telah dibuat oleh klien kami tentu saja mengakibatkan yang bersangkutan mengulangi lagi perbuatannya. Untuk itu kami meminta kepada Kapolres Pelalawan agar dapat mengambilalih pengaduan tersebut agar dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” harap Endang.

Permohonan dalam bentuk tertulis tersebut, juga ditembuskan Mabes Polri, Polda Riau, Propam Mabes Polri, dan Propam Polda Riau. “Kita inginkan keadilan, agar pidana serupa tidak lagi berulang yang merugikan klien kami,” katanya.***

Laporan : E Pangaribuan

Editor : Idris Harahap 



Berita Terkait +

Meski di Bulan Ramadhan, Personil Polsek Minas Tetap Rutin Lakukan Percepatan Vaksinasi Covid-19

Peduli C-19, Pelajar & Mahasiswa Bangkinang & Pekanbaru Bagikan 112 Paket Sembako Kepada Masyarakat

Babinsa Koramil 03/Minas Serma Muhajir Giat Penanggulangan Karhutla Serta Berpatroli di Kelurahan Minas Jaya 

Polsek Minas Kembali Berpatroli Antisipasi Tindak Kejahatan & Edukasi Prokes Covid-19

Hari Ini Kejari & Dinas Pertanian Kuansing Lakukan Penandatanganan MoU

Perdana, KTSK Bungaraya Salurkan Program BPNT Dari Kemensos RI Untuk Warga Bungaraya

Tidak Terulang Lagi... Pelaku Usaha Ukui dan KUD Resah Karena Berita Tanpa Konfirmasi

Babinsa Koramil 03/Minas Bentu Warga Dengan Masuk Dapur Ibu Marni Warga Kurang Mampu di Minas Jaya

MoU Menkes RI, APRIL Group Dukung Penguatan Kesehatan Skema PPP

Jumat Curhat Polsek Kuala Kampar, Dialog Cipta Kamtibmas dan Pelayanan Kepolisian

TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Abu Kasim Gugat PT SLS Serobot 90 Hektar Lahan Masyarakat Adat

2

Satu Perwira Polres Inhu Naik Pangkat Pengabdian, Dua Bintara Dipecat

3

Pastikan Peringatan May Day Aman, Kapolres Pelalawan Hibur Para Buruh

4

Satres Narkoba Polres Inhu Ringkus Pengedar 4,46 gram Sabu di Kecamatan Lirik

5

Serah Terima Konstruksi Tepat Waktu, PT Adhi Jalintim Riau Resmi Memulai Masa Layanan

6

Daftar Pertama, Dr.Afni: Saya Kader Nasdem