Misteri Kematian Hartanti di Pangkalan Kerinci, Polisi Temukan Jejas di Leher dan Periksa TKP

Selasa, 22 September 2026 | 23:39:33 WIB
Geger! Perempuan Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontrakan Pangkalan Kerinci, Selasa 22 September 2026

PELALAWAN,CATATAN RIAU. COM, :–  Warga di kawasan Terusan Baru, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah rumah kontrakan, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan kain gorden di ruang tengah rumah.

Kapolsek Pangkalan Kerinci Polres Pelalawan Kompol Shilton SIK MH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban diketahui bernama Hartanti (61), warga Jalan Langgam KM 3 RT 001/RW 002, Terusan Baru, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Kresna Naisah, yang hendak membeli telur di warung yang juga menjadi bagian dari rumah kontrakan korban. Kresna merasa curiga karena pintu rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam, tidak seperti biasanya. Setelah beberapa kali memanggil korban namun tidak mendapat jawaban, saksi kemudian mengintip melalui celah pintu dan melihat bayangan seperti seseorang dalam posisi tergantung.

Kresna kemudian meminta bantuan tetangga lainnya, Mahyaruddin Saragih, untuk memastikan kondisi tersebut. Setelah melihat melalui celah pintu, Mahyaruddin segera mendobrak pintu rumah dan berupaya memberikan pertolongan. Namun, korban diduga telah meninggal dunia saat ditemukan. Warga selanjutnya menghubungi layanan Call Center 110 Polres Pelalawan untuk meminta bantuan kepolisian.

Personel Polsek Pangkalan Kerinci kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain satu helai kain gorden jendela berwarna cokelat dan satu buah kursi kayu.

Dari keterangan saksi, termasuk tetangga dan anak korban, sejauh ini tidak ditemukan informasi bahwa korban sedang menghadapi persoalan utang piutang, perselisihan dengan warga sekitar, maupun keluhan penyakit berat. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kematian korban.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Selasih untuk dilakukan pemeriksaan visum luar. Hasil pemeriksaan menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun ditemukan jejas atau bekas melingkar pada bagian leher.

Pemeriksaan juga mencatat adanya cairan putih bening pada alat kelamin yang telah mengering. Berdasarkan visum luar, penyebab kematian belum dapat dipastikan, dengan kemungkinan berkaitan dengan tekanan pada bagian leher yang menghambat suplai oksigen ke tubuh.

Atas hasil pemeriksaan tersebut, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap korban dan selanjutnya akan dibuat surat pernyataan penolakan autopsi. Kepolisian juga merencanakan menyerahkan jenazah beserta barang bukti kepada pihak keluarga setelah seluruh proses penanganan yang diperlukan selesai dilakukan. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian dan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang.****

Terkini