PEKANBARU, CATATANRIAU.COM – Puluhan atlet dan pelatih peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2024 kembali menggelar aksi damai untuk menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera merealisasikan sisa bonus prestasi yang hingga kini belum dibayarkan.
Aksi berlangsung di kawasan Stadion Utama Riau, Kamis (6/8/2026). Para atlet datang membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar pemerintah segera menepati janji pencairan bonus yang sebelumnya telah disampaikan.
Berbagai tulisan bernada protes tampak menghiasi spanduk yang dibawa massa aksi. Di antaranya bertuliskan, "Cairkan bonus kami, kami telah berbuat, mana hati nurani pemerintah? Sampai kapan kami menunggu?" Selain itu, terdapat pula tulisan "Donasi untuk pahlawan olahraga, 2 tahun diterlantarkan" serta "Bantuan korban bencana olahraga."
Tak hanya menyampaikan aspirasi, para atlet juga melakukan aksi penggalangan donasi kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk sindiran terhadap belum tuntasnya pembayaran bonus yang dijanjikan pemerintah.
Koordinator aksi, Darman Hutahuruk, menegaskan bahwa para atlet dan pelatih hanya menuntut hak yang telah dijanjikan oleh Pemerintah Provinsi Riau setelah mereka berhasil mengharumkan nama daerah pada ajang PON dan Peparnas 2024.
Menurut Darman, hingga saat ini atlet dan pelatih baru menerima sekitar 45 persen dari total bonus yang dijanjikan. Sementara pemerintah sebelumnya telah berkomitmen akan melunasi sisa bonus tersebut pada awal tahun 2026.
"Riau dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya. Namun untuk menyelesaikan bonus atlet saja sampai sekarang belum tuntas. Sementara provinsi lain sudah menyelesaikan kewajiban mereka setelah PON selesai," ujar Darman.
Ia menilai Riau menjadi satu-satunya provinsi yang hingga kini belum menuntaskan pembayaran bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali PON maupun Peparnas 2024.
Melalui aksi damai tersebut, para atlet berharap Pemprov Riau segera memberikan kepastian dan merealisasikan sisa bonus yang telah dijanjikan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka mengharumkan nama Provinsi Riau di tingkat nasional.
Para atlet juga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga tidak lagi menimbulkan polemik di kalangan insan olahraga Riau dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah terhadap pembinaan prestasi olahraga di masa mendatang.***